Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

7 Hal Yang Dapat Melatih Otak, Agar Pikiran Tetap Tajam

Artikel dipublikasikan : 8 Agustus 2022 06:18
Dibaca : 66 kali

 

Seiring bertambahnya usia, kinerja otak dapat menjadi semakin menurun. Diperlukan sejumlah hal atau latihan yang dapat melatih otak, agar menghasilkan pikiran yang tetap tajam. Apa saja itu ? 

Semakin bertambah tua usia, ingatan dan daya pikir semakin menurun. Pada umumnya kalangan lanjut usia menjadi semakin mudah lupa, dan lama kelamaan menjadi pikun. 

Nah, untuk menjaga agar otak tetap tajam diperlukan latihan rutin. Tujuh hal yang dapat melatih otak agar pikiran tetap tajam ini, tidak hanya diperuntukkan kepada kalangan lansia. Namun, kamu juga mungkin perlu untuk menjalani latihan-latihan berikut ini.

Baca Juga: Hindari Ini! 9 Jenis Minuman dan Makanan Penyebab Tumor Otak

7 hal yang dapat melatih otak tetap tajam

Berikut ini tujuh hal yang dapat kamu lakukan untuk melatih otak, agar menghasilkan pikiran-pikiran yang tetap tajam, yang direkomendasikan oleh Very Well Mind

  1. Rawat tubuh kamu untuk merawat pikiran  

Hal pertama yang penting sekali dilakukan agar otak tetap tajam, adalah menjalankan pola hidup sehat. Yakni meliputi rajin berolahraga secara teratur, asupan nutrisi yang tepat, tidak merokok, dan menjaga berat badan sesuai dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) yang sehat atau  supaya tidak mengalami obesitas.    

Melansir Very Well Mind, menjaga pikiran dimulai dari merawat tubuh. Dengan merawat tubuh berarti kamu juga telah  menjaga pikiran tetap sehat dan tajam.

Penelitian berulangkali menunjukkan  bahwa orang yang menjalankan perilaku hidup sehat kurang rentan terhadap penurunan kognitif otak yang berkaitan dengan proses penuaan. Kebiasaan berolahraga bahkan dapat membuat kamu menjadi lebih pintar, dan melindungi otak dari penyusutan seiring bertambahnya usia.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang mempraktikkan perilaku sehat tertentu sekitar 60% lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gangguan kognitif dan demensia seiring bertambahnya usia.

Tips: Rawatlah fisik tubuh kamu dengan cara berjalan-jalan, makan  lebih banyak buah dan sayuran segar, dan menghentikan kebiasaan buruk mengonsumsi alkohol berlebihan atau penggunaan tembakau. 

Baca Juga: 10 Jenis Olahraga Yang Dapat Dilakukan Berpasangan

  1. Menggambar peta  

Mungkin kamu merasa paham jalan-jalan di lingkungan tempat tinggalmu meski dengan mata tertutup. Tapi cobalah lakukan tantangan ini. Latih otak dengan menggambar peta kota atau lingkungan kamu dari ingatan. Cobalah untuk memasukkan jalan-jalan utama, jalan raya, dan landmark pemukiman. Setelah selesai, coba bandingkan peta memori otak ini dengan peta area yang sebenarnya. 

Selanjutnya, cobalah gambarkan peta area yang kurang familiar dari ingatan. Misalnya,  peta seluruh Indonesia. Lalu coba beri label untuk setiap provinsi. 

Menemukan arah jalan ke supermarket, kantor, dokter, bank, rumah sakit, mungkin mudah bila kamu sedang berada di belakang kemudi mobil. Tetapi coba latih otak dengan mengingat tata letak lingkungan. Menggambar dan memberi label tempat-tempat yang ada akan dapat membantu mengaktifkan berbagai area otak. 

  1.  Belajar sesuatu yang baru

Latihan yang dapat melatih otak tetap tajam selanjutnya, adalah mempelajari sesuatu yang baru. Hal ini membutuhkan komitmen. Tetapi ini adalah salah satu cara agar otak tetap terjaga,  waspada, dan dapat  terus memperkenalkan tantangan baru. 

Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang telah mempelajari keterampilan baru dapat mengalami peningkatan pada tes memori. Bahkan peningkatan memori ini masih terjadi,  saat diuji lagi setahun kemudian.

Tips: Cobalah belajar bahasa baru, memainkan alat musik, atau mempelajari hobi baru. Hal ini tidak hanya akan merilekskan pikiran,  tetapi dengan mempelajari suatu hal baru juga dapat mengembangkan keterampilan  dan memuat kamu menjadi lebih berprestasi.

  1.  Coba gunakan tangan non-dominan 

Hal yang dapat melatih otak tetap tajam berikutnya, adalah latihan otak yang disarankan oleh seorang ahli neurobiologi. Latihan dapat membantu "menjaga otak Anda tetap hidup".

Dalam bukunya Keep Your Brain Alive: 83 Neurobic Exercises to Help Prevent Memory Loss and Increase Mental Fitness, ahli neurobiologi Lawrence Katz merekomendasikan untuk menggunakan tangan yang tidak dominan untuk memperkuat pikiran. Karena menggunakan tangan yang berlawanan bisa sangat menantang, cara ini bisa menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan aktivitas otak

Jadi, cobalah berpindah tangan saat makan malam atau ketika kamu mencoba untuk menulis sesuatu. Ini akan sulit, tetapi itulah intinya.

Tips: Aktivitas otak yang paling efektif adalah yang tidak selalu mudah.

Baca Juga: Penyebab Tangan Sering Kesemutan Dan Pegal

  1. Bersosialisasi 

Dalam studi yang dilakukan sejak tahun 2019 ditemukan bahwa orang yang aktif secara sosial juga berisiko lebih rendah terkena demensia dan penyakit Alzheimer.

Bersosialisasi cenderung melibatkan banyak area otak dan banyak aktivitas sosial juga mencakup elemen fisik, seperti berolahraga, yang juga bermanfaat bagi pikiran. 

Bahkan untuk orang yang introvert sekalipun, berinteraksi sosial dapat bermanfaat bagi otak mereka. Baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang. 

Tips: Beberapa ide untuk tetap terlibat secara sosial yang bisa dilakukan adalah berpartipasi sebagai relawan di komunitas, bergabung dengan klub atau grup jalan kaki lokal, serta tetap berhubungan dekat dengan teman dan keluarga. 

  1. Melakukan meditasi  atau tafakur   

Hal berikutnya yang melatih otak tetap tajam adalah apa yang dalam agama Budha disebut  meditasi. Latihan otak ini telah digunakan selama ribuan tahun, dan sudah diakui cukup besar keefektifannya. Khususnya, meditasi mindfulness yang populer di kalangan psikolog positif, pemimpin bisnis, dan praktisi kesehatan alternatif. 

Di dalam agama Islam kegiatan merenung ini disebut dengan tafakur. Tafakur artinya merenungkan, memikirkan, mengingat Allah melalui segala ciptaanNya yang tersebar di langit dan bumi.

Studi dari tahun 2007 menunjukkan bahwa aktivitas merenung ini dapat membantu melibatkan jalur saraf baru, menghasilkan peningkatan keterampilan pengamatan diri dan peningkatan fleksibilitas mental. Selain itu, juga dapat membantu meningkatkan perhatian, fokus, empati, dan bahkan kekebalan. Studi juga menunjukkan bahwa meditasi bahkan dapat meningkatkan kapasitas memori kerja

  1. Game pelatihan otak

Kamu mungkin pernah mendengar, atau bahkan mencoba, beberapa dari banyak game pelatihan otak yang ada di situs web dan berbagai aplikasi yang ada di luar sana. Banyak dari alat ini mengklaim bahwa latihan otak terkomputerisasi ini dapat meningkatkan fleksibilitas mental,  membuat kamu  lebih tajam secara mental seiring bertambahnya usia dan bahkan membuat lebih cerdas.

Meskipun masih ada banyak perdebatan tentang apakah klaim ini benar atau tidak, ada kemungkinan bahwa memainkan jenis permainan mental ini baik untuk otak. 

Tips: Jika kamu pikir kamu akan menikmati permainan seperti itu, lanjutkan.  

Namun, jika kamu sudah menghabiskan terlalu banyak waktu menatap layar komputer atau ponsel cerdas, tapi tak merasakan apa-apa maka sebaiknya waktu kamu mungkin jauh lebih baik dihabiskan untuk berjalan-jalan, menikmati hobi baru atau bahkan mengunjungi teman. Semua aktivitas ini dapat memiliki efek jangka panjang yang besar pada kesehatan dan vitalitas otak. 

referensi :

US National Library of Medicine National Institutes of Health. Cognitive Reserve and Lifestyle.

Healthline. 13 Brain Exercises to Help Keep You Mentally Sharp.

Live Science. Music Improves Brain Function.

Hubungi Kami
Teras Mahakam DKI Jakarta Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,Kec. Kby. Baru,
Kota Jakarta Selatan, 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com