Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Latihan Sederhana Untuk Pemulihan Bagi Penderita Penyakit Paru-Paru Obstruktif Kronis

Artikel dipublikasikan : 12 Agustus 2022 11:01
Dibaca : 56 kali

Penulis :  Sholahudin Achmad 

 

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah kondisi paru-paru jangka panjang yang membuat penderita kesulitan bernapas. Kondisi ini terjadi bila kamu mengalami salah satu atau lebih dari tiga kondisi ini. 

Ketiga kondisi PPOK tersebut adalah emfisema, bronchitis kronis, dan asma refrakter. Latihan sederhana dapat dilakukan untuk pemulihan bagi penderita penyakit paru-paru obstruktif kronis. 

Namun sebelumnya, mari kita kenali terlebih dahulu ketiga kondisi PPOK tersebut. 

Baca Juga: Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Penyebab Infeksi Paru-Paru

  1. Emfisema

Kondisi ini merupakan hasil dari kerusakan pada kantung udara paru-paru atau alveoli yang menghancurkan dinding di dalamnya dan menyebabkan bergabungnya alveoli menjadi satu kantung udara raksasa. Akibatnya, paru-paru tidak dapat menyerap oksigen, sehingga penderita hanya mendapatkan sedikit oksigen di dalam darah.  Alveoli yang rusak dapat membuat paru-paru meregang dan kehilangan elastisitasnya. Udara terperangkap di paru-paru dan penderita  tidak bisa menghembuskannya, sehingga mereka kemudian merasa sesak napas.

  1. Bronkitis kronis

Jika kamu mengalami batuk, sesak nafas, dan lendir yang bertahan setidaknya tiga bulan selama dua tahun berturut-turut, kamu menderita bronkitis kronis. Serat seperti rambut yang disebut silia melapisi saluran bronkial penderita dan membantu mengeluarkan lendir. Ketika seseorang menderita bronkitis kronis, maka dia kehilangan silia. Hal ini membuat lebih sulit untuk menghilangkan lendir, yang membuat penderita batuk lebih banyak, menghasilkan  lebih banyak lendir.

  1. Asma refrakter

Kondisi ini juga dapat disebut non reversible, dimana penderita tidak bereaksi pada obat asma yang normal.

Penyebab

Penyebab paling umum dari kondisi PPOK adalah paparan jangka panjang terhadap hal-hal yang mengiritasi paru-paru. Misalnya asap rokok, pipa, atau jenis asap tembakau lainnya. 

Perokok pasif yang  menghirup banyak asap rokok juga bisa terkena kondisi paru-paru obstruktif kronis. Apalagi bila perokok sekaligus juga penderita asma. Peluangnya lebih besar terkena penyakit paru obstruktif kronis. 

Selain itu, kondisi PPOK ini mungkin juga dialami oleh orang-orang yang terpapar debu, polusi udara, atau bahan kimia tertentu untuk jangka waktu yang lama. Demikian juga faktor usia, karena kondisi ini  berkembang perlahan selama bertahun-tahun dan  kebanyakan orang yang setidaknya berusia 40 tahun mulai mengalami gejala. 

Faktor genetika, dan orang yang kekurangan protein alpha 1 antitrypsin (AAT) juga kemungkinan besar dapat terserang penyakit paru obstruktif kronis.  

Latihan sederhana untuk pemulihan 

Sejumlah latihan sederhana untuk pemulihan bagi penderita penyakit paru-paru obstruktif kronis dapat dilakukan di rumah. Dilansir dari Web MD, berikut ini 10 latihan tersebut. 

Baca Juga: 7 Hal Yang Dapat Melatih Otak, Agar Pikiran Tetap Tajam

  1. Latihan pernafasan 

Kebutuhan oksigen tidak bisa terpenuhi karena otot yang lemah. Penderita akan sesak napas hanya karena melakukan kegiatan belanja atau memasak. Latihan menarik nafas dengan cara yang mudah akan mengubah itu. Ketika otot menjadi lebih kuat, aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah.

  1. Berjalan kaki

Berjalan kaki bisa dilakukan dimana saja. Mungkin di mal, di luar rumah, atau menggunakan treadmill. Lakukan perlahan dalam waktu yang singkat dulu, baru kemudian tambahkan waktu sebanyak 30 detik setiap hari. 

  1. Gowes sepeda

Sepeda stasioner di dalam rumah  dapat melatih penderita memulihkan paru-parunya. Kamu bisa mengayuh sepeda yang tidak bisa bergerak ini di rumah.  Jika sudah terbiasa, cobalah gowes sepeda berkeliling komplek perumahan sambil menikmati pemandangan. Jika kamu mengalami sesak napas, berhentilah dan duduklah selama beberapa menit.

  1. Angkat  beban yang ringan, atas bawah 

Mengangkat beban ringan di tangan adalah latihan berikutnya. Pilih dumbel atau pemberat sebagai beban. Bisa juga gunakan botol yang berisi air. Pegang beban di sisi tubuh, telapak tangan menghadap ke depan. Tarik napas. Sekarang angkat beban  ke arah dada, jaga siku ke bawah, dan hembuskan perlahan. Perlahan-lahan turunkan kembali lengan ke bawah saat kamu  menarik napas. Lakukan latihan ini hingga dua set dengan 10-15 repetisi.

  1. Angkat lengan ke depan setinggui bahu 

Gerakan ini dilakukan dengan menggenggam beban di kedua telapak tangan. Tahan beban di sisi tubuh, telapak tangan menghadap ke dalam. Tarik napas, lalu buang napas perlahan saat kamu mengangkat kedua tangan lurus ke depan setinggi bahu. Tarik napas saat kamu perlahan menurunkan lengan. 

Gerakan ini memperkuat lengan atas dan bahu. Lakukan hingga dua set dengan 10-15 pengulangan. Mulailah dengan beban ringan dan sedikit lebih berat setiap dua hingga tiga minggu untuk menantang otot. 

  1. Berjinjit 

Tambahkan latihan kaki ini. Berdirilah 20-30 centi meter di belakang kursi yang kokoh. Renggangkan kaki selebar pinggul. Tahan untuk keseimbangan. Tarik nafas. Sekarang, angkat tinggi-tinggi kaki, dengan bertumpu di atas jari-jari kaki (jinjit). Hembuskan napas perlahan. Tahan posisi terangkat sebentar. Turunkan tumit kembali ke tanah, tarik napas perlahan. Jika sudah lebih kuat, lakukan satu kaki pada satu waktu. Lakukan hingga dua set dengan 10-15 repetisi.

  1. Latihan paha 

Untuk paha yang lebih kuat, duduklah di kursi yang menopang punggung. Tarik nafas. Sekarang buang napas perlahan sambil meregangkan satu kaki selurus mungkin, tanpa mengunci lutut. Tarik napas saat kamu perlahan menurunkan kaki  kembali ke lantai. Lakukan satu set dengan kaki kanan, lalu satu set dengan kaki kiri. Tambahkan beban pergelangan kaki. Lakukan hingga dua set dengan 10-15 repetisi.

  1. Latihan diafragma 

Gerakan ini memperkuat otot pernapasan utama, diafragma. Berbaring, lutut ditekuk atau duduk di kursi malas. Satu tangan di dada, satu tangan di bawah tulang rusuk. Tarik napas perlahan melalui hidung sehingga perut mengangkat satu tangan. Buang napas dengan bibir mengerucut dan kencangkan perut. Tangan di dada tidak bergerak. Lakukan ini selama 5 sampai 10 menit, tiga atau empat kali sehari. Bernapas dengan cara ini akan menjadi mudah dan otomatis.

  1. Menari di kursi

Duduk di kursi yang berlengan. Untuk pemula, mulai dengan gerakan tari mengayun dan menekuk tangan. Tambahkan beban di tangan untuk meningkatkan tantangan. 

  1. Senam Taichi

Tai Chi adalah senam dari Tiongkok, dengan gerakan lembut dan mengalir. Ini adalah latihan ringan untuk jantung dan paru-paru, serta membantu mengencangkan otot. Senam ini juga meredakan stres dan membantu rileks.

Bernafaslah dengan benar 

Bernafaslah dengan benar saat berolahraga. Tarik napas melalui hidung dengan mulut tertutup. Ini menghangatkan dan menyaring udara. Buang napas melalui mulut dua kali lebih lama dari saat kamu menarik napas. Jangan terengah-engah, karena dapat membuat paru-paru tidak mengeluarkan semua udara.

Jika napas menjadi cepat atau dangkal, segera berhenti dan istirahat untuk merilekskan tubuh. Lakukan pernapasan bibir yang mengerucut, yaitu masuk melalui hidung dan keluarkan perlahan melalui bibir yang mengerucut.

Jangan lupa peregangan otot

Jangan lupa untuk melakukan peregangan otot ringan,  sebelum dan sesudah berolahraga. Kamu bisa meletakkan tangan, rata di dinding setinggi lengan dan setinggi bahu. Melangkahlah ke depan dan tekuk lutut kanan. Tekuk lutut kiri sampai kamu merasakan sedikit peregangan di betis. Seharusnya tidak sakit. Tahan selama 10 hingga 30 detik dan ulangi dengan kaki kiri. Lanjutkan mengganti kaki selama tiga hingga lima repetisi di setiap kaki.

Demikianlah latihan sederhana untuk pemulihan bagi penderita penyakit paru-paru obstruktif kronis yang dapat dilakukan di rumah. 

referensi :

Mayo Clinic (2020). Diseases & Conditions. COPD.
Faris, S. Healthline (2020). Recognizing Serious COPD Complications.
Fraley, L. Healthline (2020). What to Know About COVID-19 and COPD.
dinkesntbprov (2021) Mengenal Penyakit Paru Obstruksi Kronis dan Pengobatanya
ciputrahospital (2022) Kenali Bahaya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
dinkesbulelengkab (2018) PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)

Hubungi Kami
Teras Mahakam DKI Jakarta Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,Kec. Kby. Baru,
Kota Jakarta Selatan, 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com