Supramox adalah salah satu sediaan obat yang mengandung Amoxicilin dan diproduksi oleh Meprofarm. Supramox digunakan untuk pasien yang memiliki indikasi abses gigi (sekumpulan nanah yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada bagian dalam gigi), infeksi saluran kemih akut tanpa komplikasi, gastroenteritis (infeksi yang terjadi pada usus atau perut yang disebabkan oleh beberapa jenis virus), pneumonia (peradangan paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur), tifoid (penyakit usus dengan gejala sistemik akibat infeksi bakteri Salmonella typhi) dan demam paratifoid (penyakit usus dengan gejala sistemik akibat infeksi Salmonella paratyphi A, B, C), profilaksis atau pencegahan endokarditis (suatu infeksi pada lapisan bagian dalam jantung (endokardium) manusia), peradangan pada faring dan laring, gonore (kencing nanah) tanpa komplikasi, infeksi yang disebabkan H.pylori, infeksi saluran pernafasan akut atau baru saja kambuh, actinomycosis (ctinomycosis adalah infeksi bakteri, yang mengarah ke abses (nanah) rahang, daerah perut, cahaya, atau seluruh tubuh).
1 Januari 1970
d
untuk terapi infeksi gram positif dan negatif, seperti pada saluran nafas atas dan bawah, saluran kemih dan kelamin. Kulit & jaringan lunak, infeksi tulang, GO, abses gigi (terapi tambahan thd penanganan bedah/operasi).
{Digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka pada kulit & jaringan lunak, saluran napas, genitourinatus, gonore.}
{PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Dewasa dan anak-anak BB > 20 kg: 250-500 mg per hari, diminum setiap 8 jam; Anak-anak BB < 20 kg: 20- 40 mg/Kg BB per hari, diminum setiap 8 jam; Untuk penderita gangguan ginjal perlu pengurangan dosis, pasien yang menerima peritoneal dialysis, dosis maksimum 500 mg/hari}
Amoxicillin trihydrate 500 mg
Diminum bersamaan dengan air putih sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter
Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan
Hipersensitivitas atau riwayat reaksi alergi yang parah (misalnya anafilaksis, sindrom Stevens-Johnson) terhadap amoksisilin atau β-laktam lainnya (misalnya penisilin, sefalosporin, karbapenem, monobaktam). Mononukleosis menular (dicurigai atau dikonfirmasi).
Mual, muntah, diare, erythematous maculopapular rashes (ruam merah pada kulit), Stevens-Johnson syndrome, kulit terkelupas, hypersensitivitas vaskulitis (peradangan pada pembuluh darah), urtikaria (biduran), peningkatan AST dan ALT, penyakit kuning, crystalluria (kristal pada urine), anemia, trombositopenia purpura (kadar trombosit menurun), eosinophilia (sel darah putih meningkat), leucopenia (sel darah putih menurun), agranulocytosis (kondisi akut dari leukopenia).
Riwayat alergi terhadap penisilin atau sefalosporin. Hindari pemberian obat ini jika diduga ada mononukleosis infeksiosa. Pasien dengan gangguan ginjal. Lakukan pemantauan fungsi ginjal, hati, dan hematopoietik secara berkala pada penggunaan jangka lama. Hentikan jika terjadi reaksi alergi. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter jika wanita hamil dan menyusui akan mengonsumsi obat ini.
Kapsul 500 Mg X 10 X 10
Terjual 0 | Rating 5 | Ulasan 0 |
Apotek Farma Medis
200 gram
10 mm
10 mm
10 mm
Meprofarm
BPOM: DKL8315601701B1