Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

7 Bahaya Mikroplastik Yang Perlu Anda Ketahui

Artikel dipublikasikan : 3 Maret 2024 21:03
Dibaca : 60 kali

Mikroplastik merupakan potongan plastik kecil yang panjangnya kurang dari lima milimeter yang dapat membahayakan kehidupan laut dan akuatik. Plastik merupakan salah satu jenis sampah yang umumnya ditemukan di lautan. 

Bentuk dan ukuran sampah plastik bisa bermacam-macam. Sampah yang ukuran panjangnya kurang dari 5 mm, atau seukuran penghapus pensil, disebut mikroplastik. 

Penelitian dalam bidang ini masih terus dilakukan karena masih banyak belum diketahui tentang mikroplastik dan dampaknya. 

Mikroplastik berasal dari berbagai sumber, seperti dari sampah plastik berukuran besar yang terurai menjadi potongan-potongan kecil. Di samping itu, mikrobit atau sejenis mikroplastik merupakan potongan plastik yang sangat kecil dari plastik polietilen yang diproduksi dan ditambahkan sebagai pengelupas kulit pada produk kesehatan dan kecantikan. Contohnya, seperti beberapa pembersih dan pasta gigi. 

Partikel-partikel kecil tersebut dapat dengan mudah melewati sistem penyaringan air dan berakhir di lautan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan potensi ancaman bagi kehidupan aquatik.

Jenis-jenis mikroplastik

Berdasarkan sumber asalnya, mikroplastik dibagi menjadi  dua jenis, yaitu : 

  1. Mikroplastik primer 

Yaitu jenis mikroplastik yang sengaja dibuat, contohnya seperti microbeads,  termasuk manik plastik yang ditujukan untuk produk kecantikan dan perawatan kulit.

  1. Mikroplastik sekunder 

Yaitu berasal dari sampah plastik berukuran lebih besar dan biasanya tersebar di lautan dan daratan. 

Mikroplastik bukan hanya berasal dari kedua hal tersebut di atas, tetapi juga berasal dari microbeads pada produk industri, butiran plastik, hingga pakaian yang kita kenakan saat ini. Pakaian yang anda pakai tidak 100% berasal dari katun, tetapi juga mengandung serat plastik sintetis. Apabila plastik sintetis tersebut dibuang sembarangan ke lingkungan maka cepat atau lambat sampah tersebut akan terurai menjadi ukuran mikroplastik yang dapat merusak rantai makanan, lingkungan,  serta manusia.

Dampak mikroplastik bagi makhluk hidup

Mikroplastik motif yang berwarna memiliki beberapa  dampak berbahaya, baik bagi lingkungan, maupun bagi manusia. Dampaknya adalah sebagai berikut :   

  1. Menghancurkan rantai makanan

Banyaknya jumlah mikroplastik yang dibuang ke lingkungan akan menjadi limbah kecil yang tanpa disadari terserap ke dalam tanaman pangan, sehingga hewan ternak dan hewan laut dapat memakannya. Penelitian pada tahun 2020 menemukan bahwa mikroplastik dan nano plastik terdapat pada buah-buahan dan sayuran yang dijual di supermarket dan pasar lokal. 

Penelitian juga menyebutkan bahwa apel menjadi buah yang paling terkontaminasi mikroplastik, sedangkan wortel menjadi sayuran yang paling terkontaminasi. Studi yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung  pada tahun 2021 melaporkan adanya  temuan hewan laut yang mengandung mikroplastik.  Sampel ikan di Indonesia mengandung mikroplastik 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan di Amerika. 

Kandungan mikroplastik yang ada di dalam perut ikan, sayur dan buah dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan. Secara tidak sadar, makanan manusia sehari-hari telah terkontaminasi oleh mikroplastik. Tak ayal, potensi bahaya mikroplastik dapat menyebar terhadap kesehatan manusia.

  1. Memicu reaksi alergi

Reaksi alergi merupakan salah satu potensi yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Tingkat reaksi alergi yang dialami oleh setiap manusia akan berbeda-beda, tergantung banyaknya paparan mikroplastik. Potensi Gejala yang dapat dialami akibat paparan mikroplastik yaitu bersin dan gatal, hidung berair dan tersumbat, mata gatal, merah dan berair,  sesak nafas, dada sesak dan batuk, ruam merah dan gatal, pembengkakan pada bibir,  lidah mata atau wajah.

  1. Memicu penyakit berbahaya

Styrene merupakan salah satu bahan kimia yang mengandung zat peresingan  yaitu bahan yang biasa terdapat pada kemasan makanan plastik. Bahan tersebut dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan apabila masuk dan menumpuk di dalam tubuh manusia. Mikroplastik tersebut memiliki potensi berbahaya yang dapat memicu beberapa penyakit  pada manusia, contohnya seperti mengaktifkan pembentukan tumor dan kanker, menghambat sistem kekebalan tubuh mengganggu sistem reproduksi gangguan pada sistem saraf dan gangguan pendengaran.

  1. Merusak sel tubuh

Dampak berbahaya dari mikroplastik selain dapat memicu penyakit dan reaksi alergi, juga dapat merusak sel-sel yang ada dalam tubuh. Dengan adanya paparan mikroplastik dengan intensitas tinggi dan jangka waktu yang lama, maka hal tersebut dapat memicu perubahan hormonal. Akibatnya dapat berupa kematian sel, kerusakan dinding sel hingga rusaknya organ di dalam tubuh. 

  1. Mencemari udara

Dengan adanya temuan kandungan mikroplastik di dalam atmosfer, di dalam ruangan, dan di luar ruangan, maka zat tersebut telah tercemar ke udara. Penelitian pada tahun 2017 menemukan bahwa konsentrasi serat mikro di udara dalam ruangan berkisar antara 1,0 hingga 60,0/m³. Sebanyak 33% diantaranya ditemukan adanya mikroplastik. 

Di samping itu, penelitian lain mengamati mikroplastik dalam debu di jalan dan ditemukan sebanyak 2649 partikel mikroplastik dalam 10 sampai sebagian besar udara yang anda hirup telah tercemar oleh mikroplastik melalui penerbangan yang dibawa oleh angin. Akibatnya juga dapat terakumulasi pada saluran pernapasan dan paru-paru manusia dan hewan akibatnya dapat mengganggu sistem pernapasan.

  1. Mencemari perairan dan lautan

Mikroplastik yang berukuran kecil sering ditemukan pada produk pembersih atau kecantikan. Zat berbahaya tersebut dapat dengan mudah terbuang di saluran air dan lautan. Mikroplastik dapat dengan mudah lolos dari filter pengolahan awal di pabrik air limbah dan akhirnya dapat tersebar luas di lautan. Bahkan sumber air juga telah tercemar oleh mikroplastik. 

  1. Mencemari tanah 

Mikroplastik tidak hanya dapat tersebar luas di air dan udara, namun zat tersebut juga dapat menyebar hingga ke permukaan tanah. Hasil analisis Environmental Working Group menemukan bahwa lumpur limbah telah mencampuri hampir 20 juta hektar bahan pertanian di Amerika Serikat karena mengandung zat poli-fluoroalkyl (PFAS) yang banyak ditemukan pada produk plastik.  

Studi yang telah dilakukan para peneliti di universitas Cardiff di Eropa, memperkirakan ada 8 sampai 10 juta ton lumpur limbah diproduksi di Eropa setiap tahunnya. Banyak lahan pertanian di Eropa yang menjadi reservoir mikroplastik global terbesar karena plastik tersebut. Sebanyak 31.000 sampai 42.000 ton mikroplastik telah mencampuri pertanian Eropa setiap tahunnya, menurut studi tersebut. 

Mikroplastik memiliki kemampuan untuk melarutkan bahan kimia beracun ke dalam tanah,  akibatnya tanah tersebut akan menjadi tercemar dan berbahaya.

Cara mencegah paparan mikroplastik

Anda perlu mencegah dan menghindari intensitas paparan dan penggunaan terhadap mikroplastik mengingat zat tersebut dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Berikut ini cara mencegah paparan mikroplastik: 

  • Hindari minum air dari kemasan botol plastik karena berisiko terpapar mikroplastik.

  • Hindari memanaskan makanan dalam plastik, karena plastik yang dipanaskan dapat melepaskan bahan kimia ke dalam makanan Anda.

  • Hindari makanan dalam kemasan plastik, Anda dapat menggantinya dengan makanan segar dan organik.

  • Kurangi penggunaan berbagai produk plastik dan peralatan makan sekali pakai.

  • Jangan membuang sampah sembarangan.

  • Biasakan untuk memilah dan mendaur ulang sampah.

  • Ubah rutinitas mencuci Anda dengan menggunakan filter penangkap serat agar mikroplastik dapat ditangkap dan tidak terbawa bersama air yang digunakan untuk mencuci.

 

_____________________________ 

Referensi :

https://www.greeners.co/gaya-hidup/mikroplastik-dan-5-cara-untuk-menghindarinya/

https://www.itb.ac.id/berita/detail/58303/mikroplastik-plastik-tak-kasat-mata-dengan-bahaya-yang-mengancam-nyata

https://www.bbc.com/future/article/20230103-how-plastic-is-getting-into-our-food

https://greeneration.org/publication/green-info/apa-itu-mikroplastik/

 

Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com