Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Pemanfaatan Berbagai Jenis Cahaya Bagi Kesehatan, Selain Cahaya Matahari

Artikel dipublikasikan : 22 Juni 2024 12:31
Dibaca : 56 kali

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang manfaat cahaya matahari bagi kesehatan. Tapi, apakah Anda pernah mendengar jenis-jenis cahaya lainnya yang juga bermanfaat bagi kesehatan selain dari cahaya matahari? 

Cahaya dapat memberikan banyak manfaat untuk berbagai penyakit dan kondisi. Baik itu cahaya yang berasal dari sinar matahari alami atau pun cahaya dari hasil rekayasa manusia.

Cahaya adalah energi dan hadir dalam berbagai panjang gelombang, yang dikenal sebagai spektrum gelombang cahaya. Cahaya diukur dalam nanometer (nm).  Setiap nanometer mewakili panjang gelombang cahaya atau pita energi cahaya. Cahaya tampak adalah bagian dari spektrum dari 380 nm hingga 780 nm.

Spektrum cahaya dapat digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti depresi musiman, rasa sakit dan nyeri akibat radang sendi, fibromyalgia, dan berbagai cedera, serta kondisi kulit seperti jerawat, kerutan, dan banyak lagi. 

Spektrum Cahaya 

Spektrum cahaya atau spektrum elektromagnetik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan rentang cahaya yang ada, yang dikenal sebagai panjang gelombang cahaya.

Ada cahaya tampak yang dapat dilihat manusia, ukuran 380 hingga 780 nanometer. Namun, sebagian besar cahaya di alam semesta tidak terlihat oleh mata manusia. 

Cahaya tampak bukanlah satu-satunya jenis spektrum elektromagnetik. Ini adalah satu-satunya bentuk yang dapat dilihat oleh mata. Sedangkan jenis spektrum gelombang elektromagnetik yang tidak kasat mata antara lain adalah:

  • Inframerah, adalah panas yang dihasilkan oleh benda termal. Inframerah dilepaskan oleh panas atau energi panas.

  • Sinar UV - ultraviolet (UV), adalah radiasi elektromagnetik yang berkisar antara 10 nm hingga 400 nm. Segala jenis cahaya dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari cahaya spektrum tampak dianggap sebagai sinar ultraviolet.

  • Sinar-X, adalah jenis cahaya ini memiliki energi tinggi dan panjang gelombang pendek yang berkisar antara 0,01 hingga 10 nm.

  • Sinar Gamma, adalah jenis cahaya ini memiliki frekuensi dan energi tertinggi. Sinar gamma juga merupakan sinar yang paling merusak makhluk hidup.

  • Sinar Kosmik

  • Gelombang mikro,  jenis cahaya ini digunakan dalam radar untuk komunikasi dan gelombang mikro rumah tangga untuk menghangatkan makanan.

  • Radar

  • Radio

  • Band Penyiaran

Warna Spektrum Cahaya Tampak

Cahaya tampak memiliki warna dan panjang gelombang sebagai berikut: 

  • Merah, 620-780 nm

  • Oranye,  585-620 nm

  • Kuning, 570-585 nm

  • Hijau, 490-570 nm

  • Biru, 440-490 nm

  • Nila, 420-440 nm

  • Ungu, 400-420 nm

Manfaat Spektrum Warna Cahaya

Terapi cahaya biru, terapi cahaya amber, dan terapi cahaya multispektrum terutama ditujukan untuk mengatasi kondisi kulit yang berkaitan dengan jerawat, kerutan, jaringan parut, noda bahkan dapat memberikan manfaat pada kondisi kulit seperti rosacea.

Terapi sinar Merah dan Inframerah dapat memberikan manfaat terhadap berbagai kondisi kesehatan dan telah dipelajari serta terbukti secara medis dapat mengobatinya. Meskipun cahaya inframerah tidak terlihat dengan mata telanjang, cahayanya menembus jauh ke dalam kulit saat tubuh Anda bereaksi terhadap panas. Panasnya tidak membakar atau melukai kulit dan bebas UV. Jenis terapi cahaya ini telah dipelajari untuk mengobati demensia, sakit gigi, rambut rontok, radang sendi, tendinitis, dan banyak penyakit kesehatan lainnya. 

Gelombang Cahaya Untuk Medis

Dalam dunia medis, gelombang cahaya dimanfaatkan sebagai metode pemeriksaan dan pengobatan penyakit seperti penyakit kulit, penyakit kuning, dan kanker. Gelombang cahaya tersebut terdiri atas : 

  • gelombang radio

  • gelombang mikro

  • cahaya tampak

  • inframerah

  • sinar X

  • sinar gamma

  • sinar ultraviolet 

Tipe gelombang cahaya yang sering digunakan untuk mendiagnosis suatu penyakit adalah sinar-X untuk foto rontgen dan gelombang radio pada pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Sedangkan, sinar ultraviolet umumnya digunakan sebagai terapi penyakit tertentu.

Selain itu, penggunaan cahaya tampak sebagai laser juga sering digunakan, baik dalam prosedur untuk mengatasi suatu penyakit maupun keperluan estetika atau kecantikan.

Pemanfaatan Gelombang Cahaya dalam Dunia Medis

Berikut ini adalah pemanfaatan gelombang cahaya dalam mengatasi berbagai kondisi medis.  seperti:

1. Pengobatan penyakit kulit

Gelombang cahaya yang digunakan dalam pengobatan penyakit kulit adalah jenis sinar ultraviolet. Gelombang cahaya  tersebut dapat mengobati kondisi seperti  psoriasisvitiligo, dermatitis, dan kanker kulit. Terapi cahaya dapat membantu pengobatan  kulit agar memperoleh lebih banyak asupan vitamin D sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka.

2. Mengatasi penyakit kuning

Penyakit kuning pada bayi yang baru lahir juga dapat diobati dengan terapi cahaya, dimana bermanfaat untuk memecah bilirubin menjadi senyawa yang dapat dikeluarkan melalui urine dan feses. Gelombang cahaya yang digunakan berupa cahaya tampak berspektrum biru-hijau.

3. Mengurangi nyeri pada otot dan sendi

Terapi cahaya spektrum merah bisa mempercepat penyembuhan tulang serta mengurangi rasa nyeri pada penyakit tendinitis dan osteoarthritis. Hal itu karena sinar merah bisa membantu perbaikan sel serta mengatasi peradangan pada jaringan otot dan sendi lutut.

4. Menjadi pengobatan penyakit kanker

Radioterapi  bermanfaat bagi penderita penyakit kanker. Terapi yang memanfaatkan gelombang cahaya berenergi tinggi, seperti sinar-X, sinar gamma, dan partikel proton, diberikan untuk menghancurkan atau merusak sel kanker.

Terapi radiasi dapat membunuh sel kanker atau memperlambat pertumbuhannya dengan cara merusak DNA dari sel tersebut. Terapi ini umumnya sebagai terapi tambahan dari penggunaan obat-obatan kemoterapi.

5. Mengatasi seasonal affective disorder

Gelombang cahaya ultraviolet juga bermanfaat untuk mengatasi depresi musiman atau SAD (seasonal affective disorder). Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengalami depresi selama musim tertentu, terutama saat musim dingin. Sebab, pada saat  musim dingin tubuh kekurangan paparan sinar matahari sehingga mengakibatkan ganggun irama sirkadian dan ketidakseimbangan hormon. Melalui terapi cahaya, penderita SAD akan memperoleh paparan sinar dari cahaya buatan untuk menggantikan sinar matahari.

Gelombang cahaya gamma juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi rasa nyeri dan risiko terjadinya komplikasi operasi bedah saraf otak

Berikut adalah jenis gelombang cahaya dan pemanfaatannya secara umum.  

  1. Terapi Cahaya Spektrum Penuh

Panjang: 380-730 nm

Penetrasi: Kecil

Kegunaan:

  • Meningkatkan energi

  • Mengatur pola tidur

  • Simulasikan sinar matahari

  • Tumbuhkan tanaman

  • Pencahayaan untuk studio dan akuarium

Kondisi yang Diobati:

  • Gangguan afektif musiman

  • Gangguan Irama Sirkadian

  • Depresi

  • Kecemasan

  • Jerawat

  • Psoriasis

  • Kanker

  • Penyakit Kuning Neonatal

  • Demensia

  • Penat terbang

  • Penyesuaian Shift Kerja

  1. Terapi Cahaya Biru 

Panjang: 380-500 nm

Penetrasi: Kecil

Kegunaan:

  • Meningkatkan energi

  • Mengatur pola tidur

  • Simulasikan sinar matahari

  • Layar elektronik

  • Meningkatkan kesehatan kulit

Kondisi yang diobati:

  • Gangguan afektif musiman

  • Gangguan Irama Sirkadian

  • Depresi

  • Kecemasan

  • Jerawat

  • Psoriasis

  • Kanker

  • Penyakit Kuning Neonatal

  • Demensia

  • Penat terbang

  • Penyesuaian Shift Kerja

  • Jerawat

  • Kerusakan Akibat Sinar Matahari

  • Kanker Kulit Nonmelanoma

  1. Terapi Cahaya Kuning

Panjang: 600-615 nm

Penetrasi: Sedang

Kegunaan:

  • Peningkatan kulit

  • Peningkatan suasana hati

  • Meningkatkan aliran limfatik

  • Meningkatkan pertumbuhan sel

  • Membantu fungsi ginjal dan pencernaan

  • Ruang luar ruangan dan pencahayaan taman

  • Pencahayaan untuk akuarium

  • Pencahayaan penyeberangan

Kondisi yang Diobati:

  • Kemerahan kulit

  • Kerusakan akibat sinar matahari

  • Rosacea

  • Kram otot

  1. Terapi Cahaya Merah dan Infra Merah

Penetrasi: dalam

Kegunaan:

  • Pereda sakit

  • Penyembuhan luka

  • Perbaikan jaringan

  • Tingkatkan kualitas tidur

  • Penurunan berat badan

  • Pertumbuhan rambut

  • Pengurangan kerut

  • Pengurangan selulit

Kondisi yang Diobati:

  • Jerawat

  • Kerusakan akibat sinar matahari

  • Tendonitis

  • Radang sendi

  • Demensia

  • Mukositis Mulut

  • Sindrom Terowongan Karpal

  • Intertia Tidur

_________________

Referensi : 
Carex.com (2022), Understanding The Light Spectrum and Its Benefits.
Alodokter (2021), 5 Manfaat Gelombang Cahaya untuk Pengobatan secara Medis
American Psychiatric Association (2020). Seasonal Affective Disorder (SAD).
Mayo Clinic (2019). Test & Procedures. Light Therapy.
Sawyer, T. Medscape (2018). Phototherapy for Jaundice.
Peters, B. Verywell Health (2020). Common Side Effects from Light Box Therapy and Ways to Alleviate Them.
Pagan, C. WebMD (2019). What Is Red Light Therapy?

Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com