Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

8 Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Artikel dipublikasikan : 11 Agustus 2022 14:48
Dibaca : 60 kali

 

Dalam istilah medis, bau mulut dikenal dengan nama halitosis. Apa penyebab bau mulut dan bagaimana cara mengatasinya dapat disimak dalam artikel ini. 

Bau mulut atau halitosis dapat mengurangi rasa percaya diri hingga menyebabkan kecemasan. Beraneka jenis permen mint, permen karet, obat kumur, dan produk lain yang tersedia di toko-toko dapat digunakan untuk mengatasi bau mulut, tetapi hanya untuk sementara saja. 

Gejala yang dialami setiap orang mengenai bau mulut ini sangat bervariasi. Ada sebagian orang yang merasa khawatir dengan bau tak sedap dari nafas mereka. Dan sebagian lainnya yang nafasnya berbau tak sedap malah tidak mengetahuinya. 

Mengapa demikian? Karena memang sulit untuk menilai bau napas kita sendiri. Sebaiknya mintalah teman dekat atau kerabat untuk menilai bau mulut kamu.

Baca Juga: Cara Ampuh Hilangkan Bau Mulut Secara Alami

Penyebab bau mulut 

Penyebab bau mulut berbeda-beda pada setiap orang, sehingga cara mengatasinya pun berbeda. Berikut ini penyebab bau mulut pada umumnya:  

  1. Makanan

Pecahnya partikel makanan di dalam mulut dan di sekitar gigi dapat meningkatkan bakteri dan menyebabkan bau tak sedap. Makan makanan tertentu, seperti bawang merah, bawang putih dan rempah-rempah, juga bisa menyebabkan bau mulut. Setelah kamu mencerna makanan ini, maka makanan tersebut akan memasuki aliran darah, dibawa ke paru-paru. dan mempengaruhi napas.

  1. Produk tembakau

Kebiasaan merokok dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Para perokok dan pengguna tembakau oral pada umumnya sulit untuk memiliki nafas yang berbau segar. Selain itu, mereka cenderung memiliki penyakit gusi atau  sumber bau mulut lainnya. 

Baca Juga: Dampak Merokok Bagi Kesehatan, Berhentilah Sebelum Terlambat !

  1. Kebersihan gigi yang buruk

Penyebab bau mulut yang juga umum adalah karena kesehatan gigi yang tidak terjaga. Menyikat gigi setiap hari, membersihkan gigi dengan benang gigi, akan membersihkan partikel makanan yang menempel di mulut dan  menyebabkan bau mulut. 

Lapisan bakteri atau plak yang lengket akan terbentuk di gigi. Jika tidak disikat, plak dapat mengiritasi gusi dan akhirnya membentuk kantong berisi plak di antara gigi dan gusi atau periodontitis. 

Lidah juga bisa menjebak bakteri yang menghasilkan bau. Demikian pula gigi palsu yang tidak dibersihkan secara teratur atau tidak terpasang dengan benar dapat menampung bakteri penyebab bau dan partikel makanan.

  1. Mulut kering

Air liur dapat membantu membersihkan mulut dan menghilangkan partikel yang menyebabkan bau tak sedap. Suatu kondisi yang disebut mulut kering atau xerostomia  dapat menyebabkan bau mulut karena produksi air liur menurun. 

Mulut kering secara alami terjadi saat tidur, menyebabkan "napas pagi", dan akan memburuk jika kamu tidur dengan mulut terbuka. Mulut kering kronis dapat disebabkan oleh masalah pada kelenjar ludah dan beberapa penyakit.

  1. Obat-obatan

Beberapa obat secara tidak langsung dapat menghasilkan bau mulut dengan berkontribusi pada mulut kering. Hal ini terjadi karena kandungan obat yang mengalami reaksi kimia di dalam tubuh lalu melepaskan bahan kimia yang dapat terbawa pada napas. 

  1. Infeksi di mulut 

Bau mulut dapat disebabkan oleh luka operasi setelah operasi mulut, seperti pencabutan gigi, atau akibat kerusakan gigi, penyakit gusi atau sariawan.

  1. Kondisi mulut, hidung dan tenggorokan lainnya

Bau mulut kadang-kadang bisa berasal dari batu kecil yang terbentuk di amandel dan ditutupi dengan bakteri yang menghasilkan bau. Infeksi atau peradangan kronis pada hidung, sinus atau tenggorokan, yang dapat menyebabkan postnasal drip, juga dapat menyebabkan bau mulut.

  1. Penyebab lainnya 

Penyakit, seperti beberapa jenis kanker, dan kondisi seperti gangguan metabolisme, dapat menyebabkan bau napas yang khas akibat bahan kimia yang dihasilkannya. 

Asam lambung naik atau Gastroesophageal reflux disease, (GERD) juga dapat dikaitkan dengan bau mulut. 

Bau mulut pada anak kecil bisa disebabkan oleh benda asing, seperti sepotong makanan, yang bersarang di lubang hidung.

Penyakit hati atau penyakit ginjal juga bisa menyebabkan bau mulut. Ketika hati dan ginjal bekerja dengan baik, organ ini dapat menyaring racun dari tubuh. Tetapi pada orang dengan penyakit hati atau ginjal, zat beracun ini tidak dibersihkan. Hal ini dapat menyebabkan bau mulut. 

Penyakit autoimun juga dapat menyebabkan nyeri otot, mata kering, kulit kering dan mulut kering yang sering dikaitkan dengan halitosis.

Infeksi pada hidung, tenggorokan, atau paru-paru pada penderita pneumonia atau paru-paru basah juga bisa mengeluarkan bau tak sedap saat batuk  dan mengeluarkan cairan yang berbau tidak sedap.

Cara mengatasi bau mulut 

Cara mengatasi atau mengobati bau mulut tergantung dari penyebab masalahnya. Misalnya, jika bau mulut disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk, pembersihan gigi dan peningkatan kebersihan mulut di rumah kemungkinan akan membantu.

Tetapi jika halitosis adalah gejala dari penyakit tertentu di dalam organ tubuh kamu, maka perlu dilakukan diagnosis yang tepat oleh dokter sebelum mengobatinya. 

Dokter gigi mungkin merekomendasikan obat kumur khusus untuk memerangi bakteri tertentu di mulut kamu. 

Bagaimana cara menghilangkan bau mulut secara permanen?

Mengobati kondisi yang mendasari bau mulut adalah satu-satunya cara mengobat halitosis secara permanen. Permen karet dan semprotan penyegar nafas hanyalah menutupi masalah untuk sementara.

Tips mencegah bau mulut 

Menjaga kebersihan mulut secara disiplin setiap hari merupakan cara terbaik untuk menjaga kesegaran nafas agar tetap bersih dan segar. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu coba di rumah: 

  1. Menyikat gigi minimal dua kali sehari.  

Bersihkan gigi juga sebaiknya dilakukan sehabis makan dan sebelum tidur. Jika perlu gunakan benang gigi untuk membersihkannya. Bersihkan juga bagian lidah dengan sikat atau pengikis lidah. 

Gunakan sikat gigi berbulu lembut, dengan ukuran dan bentuk yang dapat menjangkau semua area mulut. Ganti sikat gigi setidaknya setiap tiga atau empat bulan - atau lebih sering jika terlihat usang. Pegang sikat gigi Anda pada sudut 45 derajat ke arah gusi, gunakan sapuan pendek, kira-kira selebar gigi. Jangan menekan keras pada sikat. Karena menyikat gigi secara agresif atau menggunakan sikat berbulu keras dapat menyebabkan resesi gusi.

Baca Juga: 6 Tips Cara Mengatasi Sakit Gigi Ibu Hamil

  1. Gunakan obat kumur anti bakteri bebas alkohol.

Pencegahan bau mulut juga bisa dilakukan dengan obat kumur anti bakteri yang tidak mengandung alkohol. Gunakan obat kumur pada saat menyikat gigi di pagi dan malam hari.  

  1. Konsultasi dengan dokter gigi secara teratur.

Lakukan pemeriksaan dan pembersihan plak atau karang gigi secara berkala, setiap ( minimal ) enam bulan sekali. Jika perlu lakukan pemeriksaan yang lebih sering lagi untuk menjaga kesehatan mulut.

  1. Banyak minum banyak air putih. 

Perbanyak minum air putih agar tubuh terhidrasi dengan baik dan mencegah mulut kering.

  1. Tingkatkan produksi air liur. 

Produksi air liur dapat meningkat ketika kita mengunyah permen karet bebas gula, menghisap permen bebas gula atau makan makanan sehat yang membutuhkan banyak mengunyah. Atau mintalah petunjuk dokter gigi cara menghasilkan air liur buatan atau membantu tubuh  memproduksi air liur lebih banyak.

  1. Hindari alkohol, kafein, dan produk tembakau. 

Minuman beralkohol dan minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh dapat membuat mulut kering. Demikian pula produk tembakau seperti rokok, cerutu, dan lain sebagainya. Hindari semuanya itu. 

referensi :
hellosehat (2021) cara menghilangkan bau mulut
WebMD (2020). 10 Things You Didn't Know Could Cause Bad Breath.
WebMD (2020). Dental Health and Bad Breath.
Healthline (2020). Bad Breath (Halitosis).

 
Hubungi Kami
Teras Mahakam DKI Jakarta Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,Kec. Kby. Baru,
Kota Jakarta Selatan, 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com