Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Apa Betul Pria Lanjut Usia Memiliki Tingkat Bunuh Diri Tertinggi ?

Artikel dipublikasikan : 2 Maret 2024 06:02
Dibaca : 58 kali

Kasus bunuh diri yang sering terjadi pada orang lanjut usia disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari depresi, kesedihan atas meninggalnya orang yang dicintai, penyakit kronis, dan lain sebagainya.

Bunuh diri lebih dari sekedar tragedi, namun masih bisa  dicegah. Hal ini terjadi akibat krisis kesehatan masyarakat yang semakin meningkat. Berdasarkan data statistik sementara yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), angka bunuh diri di Amerika telah mencapai titik tertinggi dalam sejarahnya pada tahun 2022.

Apabila Anda mengenal orang yang telah lanjut usia dan menunjukkan perilaku untuk bunuh diri, maka  Anda dapat membantu mereka mencegahnya.

Tanda-tanda peringatan bunuh diri pada orang lanjut usia

Hal terpenting dalam rencana pencegahan bunuh diri adalah mengetahui tanda-tanda peringatannya. Selain dapat terlihat melalui ekspresi eksplisit dari niat bunuh diri, ada juga perilaku tertentu yang dapat menandakan bahwa orang lanjut usia tersebut sedang  berpikir untuk menyakiti diri sendiri.

Berikut merupakan tanda-tandanya, yaitu:

  • Hilangnya keinginan untuk melakukan aktivitas yang sebelumnya biasa dilakukan
  • Memberikan barang kesayangan mereka atau mengubah wasiat
  • Menghindari aktivitas sosial
  • Mengabaikan perawatan medis diri sendiri
  • Menunjukkan bahwa mereka menikmati kondisi yang berhubungan  dengan kematian
  • Kurangnya perhatian terhadap keselamatan pribadi

Mengapa angka bunuh diri lebih tinggi terjadi pada orang yang sudah lanjut usia?

Perilaku bunuh diri seringkali terjadi pada orang lanjut usia. Salah satu penyebabnya adalah banyak dari lansia tersebut yang tidak bisa tinggal di rumah dan tinggal sendiri.  Mungkin saja mereka kekurangan koneksi yang dibutuhkan untuk berkembang. Hal itu disebabkan karena pasangannya yang baru saja meninggal atau tidak ada anggota keluarga dan teman di dekatnya.

Beberapa alasan orang lanjut usia melakukan bunuh diri,  diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Duka  mendalam akibat kehilangan orang yang dicintai

Orang dewasa yang berusia lanjut, mungkin akan mulai kehilangan anggota keluarga dan teman yang disayanginya karena usia tua dan penyakit. Mungkin saja mereka  berasumsi dengan kematian mereka sendiri, dan mengalami kecemasan yang berlebihan akan kematian. Bagi beberapa orang, “usia kehilangan” ini sangat membebani dan dapat memperparah perasaan kesepian dan putus asa seseorang.

  • Tidak bisa mandiri  

Kemampuan para lansia yang tadinya dapat berpakaian sendiri, mengemudi, membaca dan menjalani kehidupan yang aktif, mungkin akan mengalami kehilangan identitasnya, dan tidak bisa melakukannya lagi. Mereka mungkin akan merasa sangat  sedih dan merasa tidak berguna akibat hilangnya kemampuan-kemampuan tersebut.

  • Memiliki penyakit dan nyeri kronis

Orang yang berusia lanjut mungkin lebih cenderung untuk menghadapi penyakit kronis. Contohnya seperti radang sendi, masalah jantung, tekanan darah tinggi dan diabetes. Kondisi tersebut dapat menimbulkan masalah yaitu rasa sakit dan mobilitas yang mengganggu kualitas hidup seseorang. Beberapa lansia juga mungkin mengalami kehilangan penglihatan dan indra lainnya. Contohnya seperti pendengaran sehingga lebih sulit untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai.

  • Gangguan kognitif

Pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2021, menunjukkan bahwa orang dewasa yang berusia lanjut dengan gangguan kognitif ringan dan demensia kemungkinan memiliki risiko lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri. Turunnya fungsi kognitif tersebut dapat mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan seseorang dan meningkatkan tingkat impulsif.

  • Masalah keuangan 

Orang yang lanjut usia dan hidup dengan pendapatan kurang mungkin kesulitan untuk membayar tagihan atau menyediakan makanan. Masalah finansial dapat menjadi pemicu pikiran untuk bunuh diri apabila seseorang memiliki masalah kesehatan yang kronis atau kesehatan mental.

Cara mencegah  pria dewasa yang berpotensi melakukan  bunuh diri

Menurut data yang dikumpulkan oleh  Suicide & Crisis  Lifeline, disimpulkan bahwa adanya lima langkah tindakan yang dapat Anda ambil apabila Anda mengenal seseorang lanjut usia yang memiliki risiko untuk melakukan bunuh diri:

1. Bertanya

Jangan ragu untuk bertanya dan berterus terang kepada orang yang memiliki risiko untuk melakukan bunuh diri. Berikan pertanyaan contohnya seperti, "apakah Anda berpikir untuk melakukan bunuh diri?" Dan pertanyaan seperti "Apa ada yang bisa saya bantu?"

Tujuan untuk memulai percakapan dengan cara yang mendukung dan tidak memihak. Anda juga harus memastikan untuk mendengarkan dengan baik setiap jawaban yang mereka lontarkan dan mengakui penderitaan emosional mereka.

Anda dapat membantu orang tersebut untuk tetap fokus pada semua alasan mengapa mereka ingin terus hidup. Selain itu, Anda juga bisa mengirim pesan teks, atau bahkan kartu. Tanyakan juga apakah ada hal lain yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka melewati masa sulit tersebut.

Tindakan sederhana itu dilakukan dalam rangka menjangkau dan menunjukkan kepedulian Anda sehingga mereka benar-benar bisa membedakan antara hidup dan mati.

2. Selalu menemani

Apabila memungkinkan, hadirlah secara fisik dihadapkan orang yang memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Hal tersebut akan membantu untuk meredakan perasaan terisolasi dan memberikan rasa keterhubungan kepada mereka. Namun, jika tidak memungkinkan untuk hadir di hadapan mereka maka lakukanlah panggilan telepon atau video.

Kemudian bekerjalah dengan lansia tersebut untuk mengidentifikasi orang lain yang mungkin dapat memberikan bantuan kepada mereka. Pastikan untuk tidak membuat janji yang mungkin tidak bisa Anda tepati.

3. Memberi rasa aman

Anda bisa mencari tahu apakah orang tersebut telah melakukan upaya dalam hidupnya.  Contohnya, apakah mereka memiliki rencana atau waktu tertentu? Apakah mereka memiliki akses untuk metode yang mereka rencanakan untuk menyakiti diri sendiri?

Lalu Anda bisa mempelajari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut agar dapat membantu  memahami apakah orang tersebut berada dalam bahaya. Pada umumnya semakin rinci rencana bunuh diri seseorang maka semakin tinggi pula risikonya. Seseorang yang berada dalam resiko bunuh diri kemungkinan membutuhkan intervensi yang lebih intensif.

4. Bantu mereka terhubung pada badan penyuluhan nasional

Apabila ada orang lanjut usia berpikir untuk bunuh diri maka penting bagi mereka untuk membantu sistem pendukung yang dapat mereka andalkan di masa kini dan masa depan. Hal tersebut dapat mencakup saluran bantuan pencegahan sumber daya yang terdapat di sekitar pemukiman mereka. Anda bisa mencari tahu apakah lansia yang berisiko bunuh diri sudah menemui konselor kesehatan mental.

5. Penanganan

Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tindak lanjut penanganan dapat mengurangi risiko kematian akibat  bunuh diri pada populasi yang berisiko tinggi untuk melakukannya.  Anda bisa melakukan percakapan awal dengan orang tersebut dalam rangka untuk membantu mereka dalam membangun jaringan dukungan.

_______________________________

Referensi :

Sally C. Curtain, MA, et al. Provisional Estimates of Suicide by Demographic Characteristics: 2022. Centers for Disease Control and Prevention, National Center for Health Statistics. November 2023.

Centers for Disease Control and Prevention. Suicide Data and Statistics.

3. Zoe Caplan. U.S. Older Population Grew from 2010 to 202 at Fastest Rate since 1880 to 1890. United States Census Bureau. May 25, 2023.

4. Yeats Conwell, MD, et al. Suicide in Older Adults. Psychiatric Clinics of North America. 2011 Jun; 34(2): 451-68, ix. doi: 10.1016/j.psc.2011.02.002. PMID: 21536168; PMCID: PMC3107573.

Cleveland Clinic. What to Know About Older Adults and Suicide Risk. April 4, 2023.

Mia Maria Günak, MSc, et al. Risk of Suicide Attempt in Patients With Recent Diagnosis of Mild Cognitive Impairment or Dementia. JAMA Psychiatry. March 24, 2021.

HHS.gov. Does depression increase the risk for suicide?

Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com