Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Apa Itu Gonore ? Apakah Bisa Menyebabkan Komplikasi ?

Artikel dipublikasikan : 28 November 2022 20:30
Dibaca : 104 kali

Foto : Freepik

Gonore merupakan penyakit menular seksual yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Pada wanita, salah satu gejalanya adalah sensasi nyeri atau terbakar saat buang air kecil. Selain menular, gonore juga dapat menyebabkan komplikasi. 

Penulis : Sholahudin Achmad

Gonore atau juga disebut dengan kencing nanah,  adalah suatu penyakit menular seksual yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. 

Penyebabnya adalah bakteri bernama Neisseria Gonorrhoeae atau Gonococcus  yang dapat sangat menular. Bakteri tersebut berbahaya karena dapat menyerang bagian dubur, serviks (leher rahim), uretra (saluran kencing dan sperma), mata, dan tenggorokan.

Penularan gonore paling sering terjadi pada pasangan yang melakukan hubungan seks secara vaginal, oral, atau anal. Penyakit ini juga bisa terjadi akibat menggunakan mainan seks yang terkontaminasi dan berhubungan seks tanpa menggunakan kondom. 

Wanita hamil yang terinfeksi penyakit menular seksual ini juga bisa menjangkiti bayinya. Gonore pada bayi paling sering menyerang mata. Untuk mengatasinya, diperlukan penanganan tepat dan cepat. 

Gejala Gonore

Dalam banyak kasus, infeksi gonore sering kali tidak menimbulkan gejala. Hal ini membuat banyak pengidap gonore sering kali tidak menyadari jika dirinya sudah terinfeksi. 

Pada kebanyakan wanita, gangguan ini sering menimbulkan gejala ringan dan disalahartikan dengan infeksi kandung kemih. 

Gejala pada wanita 

Gejala gonore pada wanita antara lain adalah sensasi nyeri atau terbakar saat buang air kecil, peningkatan keputihan, perdarahan vagina di antara periode mens, keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau dari vagina.

Gejala pada pria 

Sedangkan gejala gonore pada pria, antara lain sensasi terbakar saat buang air kecil, keluarnya cairan kuning atau hijau dari penis (kencing nanah), dan testis yang terasa nyeri atau bengkak.

Gejala pada infeksi dubur 

Jika gonore dengan infeksi dubur, beberapa gejala yang dapat terjadi adalah gatal pada dubur, rasa sakit, pendarahan, gerakan usus yang menyakitkan.

Gejala pada  oral 

Gejala gonore yang terjadi secara oral adalah sakit tenggorokan yang berkepanjangan, peradangan dan kemerahan di tenggorokan, pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.

Jika mengalami gejala ini, ada baiknya langsung menemui penyedia layanan kesehatan untuk diperiksakan. Semakin cepat gangguan ini didiagnosis, semakin efektif pengobatan yang dilakukan.

Penyebab 

Bakteri Neisseria Gonorrhoeae  adalah penyebab penyakit gonore. Bakteri ini biasanya ditemukan di cairan penis dan alat vital wanita dari orang yang terkena infeksi tersebut. Sehingga penyebaran bakteri ini dapat terjadi dari orang ke orang melalui hubungan seksual.

Hubungan seksual lewat vagina, anal, hingga oral dapat menularkan bakteri ini. Bahkan, ada beberapa bukti jika penyakit menular seksual ini dapat ditularkan melalui ciuman dengan lidah. Namun, penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk memastikan risiko penularannya.

Faktor resiko 

Beberapa faktor yang meningkatkan resiko seseorang terkena infeksi gonore, antara lain, adalah :

  • Usia muda

  • Memiliki banyak pasangan seks

  • Berhubungan seksual dengan pasangan yang memiliki banyak pasangan seks

  • Memiliki infeksi menular seksual lainnya

  • Sebelumnya pernah terdiagnosis gonore 

Para pelaku yang aktif melakukan hubungan seksual perlu berbicara jujur dan terbuka dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan gonore atau penyakit menular seksual lainnya.  

Komplikasi Gonore

Gonore dapat menyebabkan komplikasi. Terdapat banyak komplikasi serius yang bisa disebabkan oleh gonore. 

Pada wanita, gonore bisa menyebabkan komplikasi berupa infertilitas pada wanita. Gonore dapat menyebar ke dalam rahim dan saluran tuba, sehingga menimbulkan penyakit radang panggul. Hal ini dapat menimbulkan jaringan parut yang mampu menimbulkan komplikasi kehamilan dan infertilitas.

Selain itu, komplikasi juga terjadi pada: 

Infertilitas pada pria :  Gonore dapat menyebabkan epididimis pada tubuh mengalami peradangan. Gangguan yang disebut dengan epididimitis ini jika tidak diobati dapat menyebabkan infertilitas.

Infeksi pada tubuh: Bakteri penyebab gonore dapat menyebar ke aliran darah sehingga menimbulkan infeksi pada bagian tubuh lainnya.

Peningkatan risiko HIV/AIDS:  Gonore membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dari HIV, virus penyebab AIDS. Seseorang dengan penyakit gonore dan HIV diketahui lebih mudah menularkan penyakit ini pada pasangannya.

Komplikasi pada bayi: Bayi yang tertular gonore dari ibunya saat lahir dapat alami kebutaan, luka di kulit kepala, dan infeksi.

Diagnosis 

Untuk mendeteksi bakteri penyebab gonore yang masuk ke dalam tubuh, dokter akan menganalisis sampel sel. Pengambilan sampel dan pemeriksaannya bisa dilakukan dengan metode sebagai berikut:

Tes urine :  Pemeriksaan ini dapat membantu untuk mengidentifikasi bakteri di uretra pengidap.

Tes  darah : Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah infeksi sudah menyebar ke dalam darah.

Pemeriksaan sampel cairan:  Metode ini dilakukan dengan menyeka area yang diperkirakan mengalami gonore, seperti penis, vagina, tenggorokan, atau dubur. Cara ini untuk mendapatkan sampel cairan untuk pemeriksaan.

Untuk wanita, dapat dilakukan dengan alat tes untuk gonore yang bisa dilakukan di rumah. Alat tes rumah tersebut untuk mengambil sampel di vagina untuk dikirim ke lab khusus untuk pengujian.

Pengobatan 

Setelah hasil tes menunjukkan positif terdapat infeksi gonore, dokter biasanya akan memberikan suntikan antibiotik dan obat oral pada pengidap dan pasangannya. Anda juga dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual untuk sementara waktu hingga perawatan selesai atau dinyatakan sembuh. 

Tidak melakukan hubungan seksual sementara karena masih ada risiko terjadinya komplikasi atau penyebaran infeksi. Selain itu, dokter juga akan menyarankan penderita untuk kembali melakukan pemeriksaan setelah satu sampai dua minggu,  untuk memastikan bakteri gonore telah hilang sepenuhnya.

Pencegahan 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko terjadinya gonore, yaitu:

  • Gunakan kondom saat berhubungan seks, termasuk seks vaginal, anal, hingga oral

  • Tidak memiliki banyak pasangan seks

  • Lakukan pemeriksaan infeksi menular seksual secara rutin

  • Jangan berhubungan seks dengan seseorang yang terlihat memiliki infeksi menular seksual

  • Tidak berganti-ganti pasangan atau setia pada satu pasangan

  • Tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah

Kapan harus ke dokter?

Jika kamu melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap gonore atau mengalami gejala dari penyakit menular seksual ini, ada baiknya segera menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan. Jangan biarkan berlarut-larut karena pengobatan yang terlambat dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi.

___________________
Referensi:

Medical News Today (diakses pada 2022),  Gonorrhea: Symptoms, treatment, and causes.

Mayo Clinic (diakses pada 2022), Gonorrhea.

CDC (diakses pada 2022), Gonorrhea – CDC Fact Sheet.

Healthline (diakses pada 2022), Everything You Need to Know About Gonorrhea

National Health Service UK (2021), Health A to Z. Gonorrhoea.

Mayo Clinic (2021), Diseases & Conditions. Gonorrhea.

Raypole, C. Healthline (2022), Everything You Need to Know About Gonorrhea.

 
Hubungi Kami
Terace Mahakam, Jl. Mahakam No.6, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
02122772701
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com