Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Apakah Mandi Malam Benar Berbahaya Bagi Tubuh ?

Artikel dipublikasikan : 21 November 2022 22:44
Dibaca : 73 kali

Foto : Freepik

Saat tiba di rumah pada malam hari, apakah sebaiknya langsung pergi tidur atau mandi lebih dulu? Banyak orang ragu untuk menjawabnya. Sebab, mandi malam dikhawatirkan akan terserang penyakit rematik. Apakah mandi malam benar berbahaya bagi tubuh? 

Penulis : Sholahudin Achmad 

Setelah seharian bekerja atau beraktivitas,  tentunya saat tiba di rumah hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan adalah mandi dan membersihkan sekujur tubuh dari keringat dan kotoran yang melekat. 

Namun,  bagaimana jika hal ini dilakukan pada malam hari? Apakah mandi malam benar berbahaya bagi tubuh? Jika benar, seberapa berbahayanya? 

Mandi itu sendiri bermanfaat untuk membuat tubuh menjadi lebih bersih dan segar sehingga tidur jadi lebih nyaman. Dan pada dasarnya tidak ada aturan tertentu yang menyatakan bahwa kita hanya boleh mandi pagi.

Namun demikian, untuk mewaspadai berbagai resiko yang mungkin terjadi bila memutuskan untuk mandi malam, pastikan tubuh Anda dalam keadaan sehat dan dibolehkan oleh dokter untuk melakukan hal tersebut.

Sebab, salah satu akibat mandi malam adalah membuat tubuh lebih rentan terinfeksi virus dan bakteri. Apalagi bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit infeksi saluran pernapasan. Selain itu, gejala penyakit seperti rematik dan kejang epilepsi juga dapat terpicu bila tubuh terlalu dingin saat mandi malam.

Efek buruk kebiasaan mandi malam 

Berikut ini beberapa efek mandi malam yang perlu Anda waspadai. 

  1. Memperburuk gejala rematik

Rematik termasuk  penyakit autoimun. Gejalanya berupa persendian kaku, bengkak, terutama di jari-jari tangan atau kaki. Penderita rematik sebaiknya menghindari mandi malam karena dapat membuat tubuh menjadi kedinginan. Suhu yang terlalu dingin dapat memperparah gejala rematik, terutama bagi orang yang sudah lanjut usia.

  1. Otot menjadi  kaku

Kombinasi suhu udara dingin pada malam hari dengan air dingin yang mengguyur tubuh dapat membuat suhu inti tubuh menurun. Kondisi ini dapat menurunkan sirkulasi darah dan menyebabkan otot-otot menjadi tegang dan kaku. 

Jadi inilah yang membuat mandi di malam hari berbahaya, tidak hanya pada penderita rematik, tetapi juga pada orang-orang yang sehat dan menggunakan air dingin untuk mandi di malam hari.

  1. Bisa menyebabkan flu

Flu kerap menyerang saat mandi di malam hari. Hal ini karena virus dapat berkembang biak lebih cepat bila suhu tubuh dingin. Dalam penelitian Yale University di tahun 2015 ditemukan bahwa virus yang menginfeksi rongga hidung yang bersuhu dingin lebih mudah menimbulkan penyakit influenza daripada yang menginfeksi rongga hidung bersuhu hangat.

  1. Bronkitis akut

Bronkitis akut terjadi bila bronkus atau saluran pernapasan menuju paru-paru mengalami peradangan. Penyebabnya, secara umum adalah infeksi virus pada saluran pernapasan. 

Penyakit ini dapat dipicu oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah suhu lingkungan yang terlalu dingin dan kering. Suhu yang terlalu dingin akan menjadi salah satu efek yang dapat Anda alami bila mandi di malam hari.

  1. Asma berisiko kambuh

Efek buruk mandi malam juga bisa membuat asma kambuh. Perubahan suhu yang tiba-tiba menjadi dingin dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan Anda. Selain tidak baik untuk penderita asma, mandi macam juga  beresiko bagi orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan lainnya seperti sinusitis. Hal ini akan membuat penyakitnya kambuh.

  1. Memicu kejang pada penderita epilepsi

Orang dengan  riwayat penyakit kejang atau epilepsi juga tidak dianjurkan untuk mandi malam. Suhu dingin di kamar mandi dapat memicu terjadinya kejang. Selain temperatur yang rendah, kelembaban yang terlalu tinggi juga dapat memicu kejang. Sebaliknya, menurut penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Epilepsia,  suhu lingkungan yang hangat dapat menurunkan risiko terjadinya kejang. Hal ini berlaku pada penderita kejang yang tingkat keparahannya sedang.

  1. Berisiko mengalami hipotermia

Hhipotermia adalah kondisi menurunnya suhu tubuh di bawah 35°C karena berada di situasi yang dingin, basah, atau berangin. Pada umumnya, suhu udara di malam hari cenderung lebih dingin dan lebih lembab. Jadi bila Anda mandi di malam hari dengan air dingin dapat menimbulkan serangan hipotermia.

Ciri-ciri gejala hipotermia diantara adalah tubuh menggigil, bibir membiru dan gemetar, kulit pucat, dan detak jantung meningkat. Kondisi ini lebih rentan dialami oleh bayi, anak kecil, dan lansia. Bila dibiarkan hingga suhu tubuh semakin rendah, hipotermia dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak energi, pingsan, bahkan beresiko kematian.

Mencegah efek buruk mandi malam 

Mandi malam dapat dilakukan asalkan dilakukan dengan menggunakan air hangat. Mandi malam dengan air hangat justru disarankan untuk penderita rematik karena dapat membantu meredakan gejala yang mereka rasakan.

Selain itu, pasien yang akan menjalani operasi juga dianjurkan untuk melakukan mandi malam dengan sabun antiseptik satu hari sebelum operasi.

Mandi malam  memakai air hangat bermanfaat untuk membersihkan tubuh  dari debu dan kotoran yang menempel di tubuh setelah beraktivitas di siang hari. Selain itu juga untuk  melancarkan peredaran darah, mengurangi ketegangan otot, dan meredakan stres.

Berbagai manfaat mandi malam tersebut dapat membantu Anda memperoleh tidur yang lebih berkualitas dan membuat Anda akan lebih bertenaga dan semangat untuk memulai aktivitas pada esok hari. 

Anda tidak perlu ragu lagi untuk melakukannya. Namun, jika Anda menderita penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum membiasakan diri untuk mandi pada malam hari. Anda tetap berhati-hati terhadap risiko hipotermia yang bisa terjadi akibat mandi malam.

________________________

Referensi  : 

Cleveland Clinic (2020),  4 Reasons to Take a Bath.

Mayo Clinic (2020),  Arthritis Pain: Do’s and Don’ts.

Mayo Clinic (2020),  Symptoms & Causes. Hypothermia.

Stanford Children’s Health Lucile Packard Children’s Hospital Stanford. Keeping Your Baby Warm.

Dubinsky, D. Baby Center. Establishing a Bedtime Routine with Your Baby.

Kean, B. Everyday Health (2020),  What Are Rheumatic Diseases? Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment, and Prevention.

Christiano, D. Healthline (2021),  Identifying and Treating a Low Body Temperature in Babies.

Iftikhar, N. Healthline (2020), Baby Bath Temperature, Plus Keeping Baby Warm and Other Tips.

Holland, K. Healthline (2018), Can’t Work Out? Try a Hot Bath.

Healey. N. Net Doctor UK (2017), This Is the Best Time to Take a Shower.

Stibitch, M. Verywell Health (2021), 10 Benefits of a Good Night’s Sleep.

Cleveland Clinic (2019), Hypothermia (Low Body Temperature): Risk Factors & Symptoms. 

Cleveland Clinic (2019) Hypothermia (Low Body Temperature): Risk Factors & Symptoms. 

Hopkins Medicine (diakses pada 2022), Acute Bronchitis.  

Greene, G, Black Doctor (2016),  Morning Shower Vs. Night Shower: Which One Is Better? 

Hubungi Kami
Terace Mahakam, Jl. Mahakam No.6, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
02122772701
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com