Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Bagaimana Menghilangkan Selulit ?

Artikel dipublikasikan : 28 Februari 2024 13:03
Dibaca : 51 kali

Selulit merupakan suatu kondisi dimana kulit tampak berlesung pipit dan menggumpal. Pada umumnya, selulit menyerang bokong dan paha tetapi sering juga terjadi di area lainnya. Kondisi tersebut bisa terjadi saat timbunan lemak mendorong jaringan ikat di bawah kulit.

Faktanya, 80- 90% wanita mungkin saja mengalami selulit. Karena teksturnya seperti kulit jeruk, maka selulit juga sering disebut sebagai kulit jeruk. Walaupun banyak tersedia pengobatan, tetapi efek yang dihasilkan sebagian besar bersifat sementara. Salah satu cara untuk mengurangi timbulnya selulit yaitu dengan pola makan rendah lemak berhenti merokok dan gaya hidup aktif.

Penyebab 

Pada dasarnya, penyebab pasti selulit belum diketahui. Mungkin selulit diakibatkan oleh interaksi antara jaringan ikat pada lapisan dermatologis yang terletak di bawah permukaan kulit dan lapisan lemak yang berada tepat di bawahnya. 

Pada wanita, sel-sel lemak dan jaringan ikat yang berada pada lapisan tersebut tersusun secara vertikal. Apabila sel lemak menonjol ke dalam lapisan kulit, hal ini dapat memberikan kesan selulit. 

Namun pada pria, jaringannya memiliki struktur yang saling bersilang, yang mungkin saja menjelaskan mengapa lebih kecil kemungkinannya para pria memiliki selulit dibandingkan wanita. 

Tingkatan keparahan pada selulit

Pada tahun 2009, telah diterbitkan skala keparahan pada selulit dengan menggunakan tiga tingkat, yaitu sebagai berikut:

  • Tingkat 1  atau tingkat kemarahan ringan. 

Munculnya penampakan seperti kulit jeruk, dengan adanya 1 dan 4 lekukan dangkal dan penampakan kulit sedikit terbungkus atau terlihat kendur.

  • Tingkat 2, atau tingkat keparahan sedang. 

Terdapat antara lima dan sembilan cekungan dengan kedalaman sedang, terlihat seperti “keju cottage”, dan kulit tampak agak terbungkus.

  • Tingkat 3, atau tingkat yang paling parah. 

Yaitu terlihat seperti “kasur”, dengan 10 atau lebih cekungan dalam, dan kulit sangat terbungkus.

Selulit bisa juga terjadi dikarenakan beberapa faktor lain yang berhubungan dengan kemungkinan memiliki selulit.

  • Pola makan dan gaya hidup

Gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi resiko terjadinya selulit. Jumlah selulit yang banyak cenderung terjadi pada orang yang makan terlalu banyak makanan yang mengandung lemak, karbohidrat, dan garam, serta terlalu sedikit serat. 

Pada umumnya selulit juga terjadi pada orang yang merokok, mereka yang tidak berolahraga dan mereka yang duduk atau berdiri dalam satu posisi di jangka waktu yang lama. 

Selulit juga dapat disebabkan oleh pemakaian pakaian dalam yang terlalu ketat di bagian bokong yang dapat membatasi aliran darah sehingga hal tersebut  dapat berkontribusi dalam pembentukan selulit. 

Namun selulit juga dapat terjadi pada orang yang tubuhnya langsing dan bugar.  Kondisi ini dapat terjadi setelah usia 25 tahun ke atas, tetapi bisa juga terjadi pada usia yang lebih mudah termasuk remaja.

  • Faktor genetik

Faktor genetik dapat berhubungan dengan kecepatan metabolisme seseorang dalam mendistribusikan lemak di bawah kulit dan tingkat peredaran darah. Hal tersebut dapat juga mempengaruhi kemungkinan berkembangnya selulit.

  • Faktor hormonal dan usia

Hormon dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya perkembangan selulit. Estrogen, insulin, noradrenalin, hormon tiroid, dan prolaktin adalah bagian dari proses produksi selulit. Saat estrogen pada wanita menurun menjelang menopause, aliran darah di jaringan ikat di bawah kulit juga ikut menurun. 

Sirkulasi yang lebih rendah, lebih sedikit oksigen, mengakibatkan menurunnya produksi kolagen. Seiring dengan turunnya kadar estrogen, sel lemak juga ikut membesar. Faktor-faktor tersebut dapat membuat timbulnya lemak lebih terlihat. Saat lemak di bawah kulit menonjol melalui jaringan ikat yang melemah maka akan timbul efek lesung pipit yang familiar. 

Selain itu, usia juga dapat menyebabkan kulit menjadi kurang elastis dan cenderung kendur. Sehingga hal itu dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perkembangan selulit.

Pengobatan 

Beberapa obat dan krim telah disarankan karena bekerja pada jaringan lemak. 

  • Kafein 

Kafein dapat mendehidrasi sel, sehingga membuat selulit menjadi memudar atau kurang terlihat. Hal ini perlu untuk diterapkan setiap hari untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Berbagai krim yang mengandung kafein untuk menghilangkan selulit juga telah tersedia di pasaran.  

  • Retinol 

Zat ini dapat mengurangi munculnya selulit dengan cara menebalkan kulit. Namun diperlukan penggunaan rutin hingga 6 bulan untuk dapat melihat hasilnya. Ada baiknya untuk melakukan uji tempel terlebih dahulu karena beberapa orang pernah mengalami hal buruk contohnya seperti jantung berdebar kencang. Beberapa penelitian telah merekomendasikan penggunaan obat yang dapat meningkatkan metabolisme dan sirkulasi sel, tetapi obat ini belum diuji atau terbukti efektif.

  • Solusi alternatif 

Terapi alternatif atau tambahan dapat diberikan. Misalnya seperti kafein, ekstrak biji anggur, atau ginko biloba. 

Beberapa orang memakai pakaian kompresi untuk dapat mengurangi munculnya selulit. Pakaian tersebut dapat menekan arteri dan meningkatkan aliran darah dan getah bening untuk mengurangi selulit yang mungkin terlihat. 

Jaringan ikat tidak akan hilang atau terpengaruh oleh tindakan sedot lemak dan diet. Tetapi hal yang lebih efektif untuk mengurangi selulit adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang serta melakukan olahraga rutin.

Perawatan untuk menghilangkan selulit

Ada beberapa terapi yang direkomendasikan untuk dapat menghilangkan selulit, tetapi belum ada yang dikonfirmasi oleh penelitian ilmiah. Menurut tinjauan dari American Economic of Dermatology (AAD), sejumlah teknik telah berhasil mengurangi munculnya selulit dengan memecah jaringan ikat di bawah permukaan kulit.  Beberapa terapi yang dilakukan, diantaranya adalah :

  1. Terapi gelombang akustik

Terapi ini menggunakan perangkat genggam untuk mengirimkan gelombang suara.  Hal ini mungkin saja  berhasil, tetapi memerlukan beberapa sesi.

  1. Perawatan laser

 Melakukan terapi laser yang rutin selama 1 tahun atau lebih dapat memperbaiki tampilan selulit. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memasukkan probe laser yang sangat kecil di bawah kulit. Kemudian laser akan ditembakkan untuk menghancurkan jaringan. Hal ini juga dapat menebalkan kulit dengan cara meningkatkan produksi kolagen. Kulit yang menebal tersebut dapat mengurangi munculnya selulit di bawahnya.

  1. Subsisi 

Hal ini berkaitan dengan  dokter kulit yang memasukkan jarum di bawah kulit untuk memecah pita jaringan ikat. Hasilnya bisa bertahan selama 2 tahun atau lebih.

  1. Pelepasan jaringan presisi dengan bantuan vakum

Ini  memotong pita menggunakan perangkat yang berisi pisau kecil.  Ketika memotong pita penghubung, jaringan di bawahnya bergerak ke atas untuk mengisi ruang di bawah kulit sehingga dapat menghilangkan tampilan selulit. 

  1. Karboksiterapi 

Perawatan ini berkaitan dengan  memasukkan gas karbon dioksida di bawah kulit. Efek sampingnya berupa  memar dan rasa tidak nyaman setelah prosedur, namun beberapa selulit kemungkinan bisa hilang.

  1. Endermologie 

Perawatan ini berhubungan dengan pijatan yang mendalam dengan menggunakan alat contohnya seperti vakum yang mengangkat kulit. FDA telah menyetujui perawatan ini cukup aman, namun hanya ada beberapa bukti bahwa cara tersebut akan berhasil.

_______________________________________________

Referensi :

Cellulite treatments: What really works? (n.d.)

Harmon, K. (2009, May 4). Is cellulite forever? Scientific American

Hexsel, D. (2009, February). A validated photonumeric cellulite severity scale. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology 235, 523-528

Kravitz, L., & Achenbach, N.J. (n.d.). Cellulite: A review of its anatomy, physiology and treatment

Lezsko, M. (2014 October). Cellulite in menopause. Przeglad Menopauzalny 135, 298–304

Luebberding, S., Krueger, N., & Sadick N.S. (2015, August) Cellulite: an evidence-based review. American Journal of Clinical Dermatology 164, 243-256

 
Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com