Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Cara Mengatasi Sakit Perut Yang Tak Kunjung Sembuh

Artikel dipublikasikan : 11 September 2021 15:20
Dibaca : 3303 kali

Sakit perut bisa menyerang setiap orang. Dimanapun dan kapanpun, gejala sakit perut itu bisa terjadi. Perlu dipahami bahwa sakit perut adalah suatu gejala yang mengindikasikan adanya penyakit yang lain. Oleh karena itu, apabila sakit perut terjadi berkepanjangan atau tak kunjung sembuh maka tentu saja perlu ditangani serius. 

Sebelum mencari tahu cara mengatasi sakit perut yang tak kunjung sembuh, sebaiknya pahami terlebih dahulu faktor penyebab sakit perut yang berkepanjangan ini.  

  1. Usus buntu

Sakit perut yang tak kunjung sembuh bisa jadi mengindikasikan adanya usus buntu. Usus buntu atau disebut juga dengan apendisitis atau radang usus buntu merupakan kondisi peradangan atau infeksi pada usus buntu yang dapat diakibatkan oleh berbagai hal. Misalnya sumbatan kotoran atau cacing.  

Gejala usus buntu ditandai dengan rasa nyeri tumpul di sekitar pusar lalu bergeser ke area kanan bawah perut. Pada umumnya, rasa nyeri perut akibat radang usus buntu muncul secara mendadak lalu akan kian memburuk dalam hitungan jam. Sering berkembangnya rasa nyeri itu, muncul gejala lain akibat dari radang usus buntu ini. Misalnya seperti demam karena infeksi, mual, dan muntah. 

Pemeriksaan fisik oleh dokter perlu dilakukan. Dokter biasanya akan menekan area kanan bawah perut. Bila rasa nyeri akan terasa ketika tekanan dilepas dari perut, maka menandakan adanya radang usus buntu.  

Baca Juga : Penyebab dan Obat Sakit Perut Melilit

Cara mengatasi usus buntu tanpa operasi 

Radang usus buntu umumnya harus ditangani dengan operasi. Namun, jika kondisinya masih ringan,  belum menimbulkan komplikasi, atau pecahnya usus buntu; maka usus buntu bisa diatasi tanpa operasi. Yaitu dengan pemberian obat antibiotik. 

Jenis antibiotik yang diberikan dokter akan disesuaikan dengan tipe kuman yang menyebabkan infeksi di usus buntu. Obat akan dimasukan ke dalam tubuh melalu suntikan atau diminum.  Selama berlangsungnya pengobatan, pasien harus tetap dalam pantauan dokter.  Apabila kondisinya tak kunjung membaik, atau malah semakin parah, langkah operasi tetap perlu dilakukan.

Bagi penderita usus buntu yang berhasil ditangani dengan obat-obatan,  tanpa operasi, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan kembali dalam waktu 6 bulan. 

Kondisi usus buntu dapat dipantau dengan cara melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti kolonoskopi, tes darah, serta pemeriksaan radiologi, seperti foto Rontgen, USG, atau CT scan perut.

  1. Gastritis atau peradangan pada lambung 

Penyebab sakit perut yang tak kunjung sembuh bisa jadi adalah karena adanya peradangan pada lambung atau gastritis. Peradangan lambung ini disebabkan rusaknya pelapis dinding lambung. 

Pada dinding lambung atau lapisan mukosa lambung terdapat kelenjar yang menghasilkan asam lambung dan enzim pencernaan yang bernama pepsin. Untuk melindungi lapisan mukosa lambung dari kerusakan yang diakibatkan asam lambung, dinding lambung dilapisi oleh lendir (mukus) yang tebal. Apabila mukus tersebut rusak, dinding lambung rentan mengalami peradangan. 

Penyebab rusaknya mukus pelindung diantaranya adalah infeksi bakteri, pertambahan usia, berlebihan mengonsumsi minuman beralkohol, terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri (aspirin, ibuprofen, dan naproxen), autoimun, penyaki crohn, infeksi virus, kebiasaan merokok, infeksi parasit, refluks empedu, gagal ginjal, penggunaan kokain, menelan zat yang bersifat korosif dan dapat merusak dinding lambung (misalnya obat pembasmi hama). Jenis makanan dan minuman tertentu juga dapat memicu kambuhnya gastritis.

Baca JugaSakit Perut Sebelah Kanan, Penyebab dan Cara Menanganinya

Peradangan pada lambung pada umumnya ditandai dengan gejala sakit pada daerah ulu hati disertai mual dan muntah. Nyeri yang terasa panas dan perih terjadi di perut bagian ulu hati. Gejala yang dirasakan berbeda-beda pada setiap penderita. Ada juga yang merasa perut kembung, cegukan, hilang nafsu makan, cepat merasa kenyang saat makan, buang air besar dengan tinja berwarna hitam, hingga muntah darah. 

Cara mengatasi Gastritis

Cara mengatasi sakit perut karena peradangan lambung tergantung pada penyebab dan kondisinya. Untuk meredakan gejala-gejala yang ditimbulkan, dokter dapat memberikan obat-obatan berupa obat antasida, obat penghambat histamin 2 (H2 blocker), obat penghambat pompa proton (PPI), obat antibiotik, dan obat antidiare. 

Gaya hidup dan pola makan juga perlu diubah, disesuaikan. Pasien yang sering makan dengan porsi besar, akan dianjurkan untuk mengubah porsinya menjadi sedikit-sedikit, sehingga jadwal makan menjadi lebih sering dari biasanya. Sebaiknya juga hindari makanan berminyak, asam, atau pedas, guna mencegah gajala gestritis bertambah parah.

Jika sering mengonsumsi minuman beralkohol, pasien akan dianjurkan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan tersebut. Stres juga dapat menjadi pemicu timbulnya kondisi ini. Oleh karena itu, pasien dianjurkan untuk mengendalikan tingkat stresnya, agar dapat membantu pemulihan.

  1. Infeksi saluran pencernaan atau gastroenteritis

Penyebab sakit perut yang tak kunjung sembuh juga bisa disebabkan oleh infeksi pada saluran pencernaan. Gejala utamanya berupa sakit pada perut disertai dengan buang air besar yang fesesnya berupa cairan. 

Pemicu yang paling umum dari gastroenteritis adalah masuknya mikro organisme seperti bakteri atau virus, memelalui kontaminasi makanan mentah, makanan yang tidak dimasak dengan baik, dan susu yang tidak di-pasteurisasi. 

Memeriksakan kondisi ke dokter merupakan langkah yang tepat dalam menangani gastroenteris. Selain itu, penderita juga harus memperhatikan makanannya. Makanan yang sehat, bergizi, mudah tertelan seperti sup ayam atau bubur ayam, sangat bagus untuk dikonsumsi. Jangan lupa untuk minum air putih minimal 2 liter per hari. Hindari jajan sembarangan. Tidur dan istirahat yang cukup, selalu cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan, juga harus dibiasakan.

Baca Juga : Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Pada Wanita

  1. Kolik Abdomen

Sakit perut yang datang tiba-tiba, dengan gejala nyeri hebat dan perut melilit, bisa jadi itu bukanlah nyeri perut biasa melainkan kolik abdomen.  Kolik abdomen adalah nyeri hebat pada perut yang sifatnya hilang-timbul. Kolik abdomen terjadi karena kontraksi otot, penyumbatan, atau peradangan pada organ di dalam rongga perut, seperti usus, rektum, kantong empedu, ginjal, atau saluran kemih. 

Seringkali terjadi pada bayi, namun tak jarang keluhan nyeri perut parah ini juga bisa terjadi pada orang dewasa. Gejala ini hilang timbul dan terjadi hanya sekali atau berulang kali dalam kurun waktu beberapa hari, beberapa bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Penyebab 

Beberapa penyebab dari kolik abdomen ini adalah: 

  1. Kolik usus

Pada kolik usus, rasa nyeri berasal dari usus halus dan  usus besar. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai gangguan pada usus besar, seperti peradangan, infeksi, hingga penyumbatan pada usus yang membuat makanan dan cairan tidak bisa melewati usus (ileus obstruktif). Selain itu, juga bisa disebabkan oleh usus buntu,  penyakit Crohn, demam tifoid, hernia, sumbatan pembuluh darah (iskemia) pada usus, terbentuknya jaringan parut akibat operasi perut atau operasi panggul, divertikulitis atau peradangan pada rongga di dinding usus besar, dan kanker usus. 

Gejala kolik usus berupa sakit perut, susah buang air besar, susah kentut, muntah, dan penurunan nafsu makan.

  1. Peritonitis

Rongga perut dilapisi oleh lapisan pelindung yang disebut peritoneum. Ketika lapisan ini mengalami peradangan karena infeksi bakteri, maka bisa terjadi kondisi yang disebut peritonitis. 

Pasien akan menunjukkan gejala demam, lemas, nyeri perut yang sangat berat (kolik abdomen) disertai perut yang mengeras dan semakin nyeri ketika ditekan. Peritonitis bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya usus buntu yang pecah, adanya lubang pada lambung, usus, dan empedu, pankreatitis, hingga penyakit radang panggul.

  1. Kolik bilier

Kolik bilier merupakan nyeri perut yang timbul akibat penyumbatan di saluran empedu oleh batu empedu. Saat saluran empedu tersumbat, otot di sekitar saluran tersebut berkontraksi kuat untuk memindahkan batu empedu yang ada, sehingga menyebabkan kolik bilier.

Baca Juga : Dok, Apa Obat Sakit Perut Untuk Anak Saya?

Keluhan ini ditandai dengan nyeri hebat dan konstan yang muncul secara tiba-tiba di sisi kanan perut bagian atas. Nyeri dapat menyebar hingga tulang belikat kanan dan terkadang disertai mual dan muntah. Rasa sakit bisa meningkat dari waktu ke waktu, tapi tidak lebih dari beberapa jam. Nyeri ini biasanya terjadi setelah seseorang menyantap makanan berlemak atau ketika berbuka puasa dengan santapan porsi besar.

  1. Kolik ginjal

Kolik ginjal adalah rasa nyeri yang muncul akibat penyumbatan di saluran kemih oleh batu ginjal, gumpalan darah, hingga infeksi. Keluhan pasien berupa rasa nyeri hebat di punggung bawah atau samping, baik sisi kiri, kanan, atau kedua sisi. Terkadang terasa hingga ke perut dan pangkal paha.

Nyeri kolik ginjal umumnya muncul secara tiba-tiba, hilang timbul, dan semakin parah dari waktu ke waktu. Gejala lain yang muncul, meliputi sakit saat buang air kecil, demam, mual, dan muntah.

Selain karena penyakit-penyakit di atas, kolik abdomen juga bisa disebabkan penyakit lain, seperti tukak lambung, hamil di luar kandungan (kehamilan ektopik), hepatitis, endometriosis, hingga gangguan pada indung telur atau ovarium, misalnya pecahnya kista ovarium.

Hubungi Kami
Teras Mahakam DKI Jakarta Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,Kec. Kby. Baru,
Kota Jakarta Selatan, 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com