Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Diet Alkaline : Pro, Kontra dan Cara Kerja

Artikel dipublikasikan : 6 April 2024 14:23
Dibaca : 140 kali

Diet alkaline mulai viral semenjak  selebriti dunia Victoria Beckham mengumumkan berat badannya turun karena ikut program diet ini.  Dikabarkan oleh Times of India bahwa 70 % dari makanan yang dikonsumsi istri legenda sepakbola Inggris ini adalah makanan yang bersifat basa, dan sisanya adalah makanan yang bersifat asam.

Jika Anda memiliki berat badan yang cukup berlebih, tidak ada salahnya jika Anda mulai melakukan diet untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Tentunya, Anda harus menjalankan program diet yang memang dianjurkan dan sesuai dengan prosedur yang tepat.

Salah satu metoda diet yang  populer adalah diet alkaline. Diawali dari tahun 2013-an, hingga kini diet alkaline masih ramai peminatnya. 

Diet alkaline adalah diet yang dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang bersifat basa dan bertujuan untuk menyeimbangkan tingkat keasaman (pH) dalam tubuh.

Diet ini diciptakan dengan dasar teori bahwa beberapa makanan dapat menyebabkan tubuh memproduksi asam (pH) yang berlebihan. Kadar asam yang lebih tinggi daripada basa pada tubuh bisa menimbulkan masalah pada kesehatan Anda.

Tingkat pH diukur menggunakan skala dari angka 0–14. Semakin tinggi angkanya, pH akan semakin bersifat basa. Sedangkan, bila angkanya semakin rendah, pH akan semakin bersifat asam.

Sifat 'asam' diperoleh jika pH kurang dari 7, sedangkan 'basa' berarti mengandung pH lebih dari 7. Kadar pH ideal bagi tubuh adalah 7.35-7.45, yakni sedikit alkaline.

Program yang juga dikenal dengan nama 'pH Diet' atau 'Acid-Alkaline Diet' ini sempat dipraktikkan oleh beberapa selebriti seperti Victoria Beckham, Kirsten Dunst, Anna Faris, dan Gwyneth Paltrow.

Mengonsumsi makanan pembentuk asam seperti daging merah dapat membuat tingkat pH Anda tidak seimbang dan menyebabkan kesehatan yang buruk.

Apa itu pH?

pH adalah ukuran asam dan basa di seluruh tubuh dengan skala nol hingga 14. Zat asam berkisar dari nol hingga tujuh. Cuka, misalnya, memiliki pH sekitar dua, yang berarti bersifat asam.

Sementara itu, zat basa berada pada skala antara tujuh dan 14. Kalsium , yang sangat basa, memiliki pH sekitar 10. Dalam keadaan alaminya, darah kita sedikit basa, berkisar antara 7,35 dan 7,45, sedangkan perut kita sangat asam untuk membantu mencerna makanan.

Penting untuk diketahui bahwa kecuali perubahan pH air liur dan urin kita, makanan yang kita makan tidak dapat mengubah pH tubuh kita, yang diatur dengan ketat.

Berdasarkan premis diet basa, upaya menuju pH yang sehat dan seimbang melibatkan pengambilan pilihan makan yang lebih cerdas dengan menekankan pada konsumsi makanan pembentuk basa, di antaranya adalah makanan nabati.

Jenis Makanan Bersifat Asam atau Basa

Makanan bersifat asam atau basa bukan diketahui dari rasanya. Melainkan dari reaksinya ketika masuk ke tubuh. Berikut ini makanan bersifat asam dan basa yang bisa Anda jadikan menu diet alkali.

  • Asam:

Jagung, lentil, zaitun, kentang, lemak hewan, minyak nabati, oat, beras, gandum, daging sapi, ayam, domba, tiram, lobster, susu, mentega, keju, es krim, margarin, gula, saus salad botolan, pemanis buatan, dan cuka masak.

  • Basa:

Brokoli, wortel, kembang kol, mentimun, terung, bawang putih, tomat, asparagus, bayam, kelapa, apel, aprikot, alpukat, pisang, blackberry, jeruk Bali, anggur, lemon, jeruk nipis, melon, jeruk, almond, air putih, teh herbal dan teh hijau, minyak zaitun, minyak flaxseed, cuka apel, molase, rempah, sirup maple dan madu organik.

Selanjutnya Anda bisa memilih beberapa menu dari makanan atau minuman tersebut untuk dihidangkan di meja makan Anda setiap harinya dengan perbandingan 80:20 untuk kategori basa dan asam.

Manfaat Diet Alkaline

Diet Alkaline memiliki beberapa manfaat:

  1. Meningkatkan energi, memperbaiki pencernaan, menurunkan berat badan, serta mengurangi nyeri.

  2. Tak hanya itu, diet alkaline menjaga tekanan darah tinggi dan kadar gula dalam darah.

  3. Memperoleh kekebalan tubuh yang lebih baik. Proses penuaan pun dapat diperlambat. Apalagi, mengonsumsi makanan bersifat basa dipercaya dapat membuat gigi dan gusi menjadi lebih sehat.

  4. Meningkatkan rasio kalium dan natrium dalam darah yang dipercaya mampu menjaga kesehatan jantung, menjaga tulang dan otot tetap kuat, dan menurunkan risiko terjadinya penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, stroke, dan hipertensi.

  5. Meningkatkan efektivitas beberapa obat kemoterapi untuk mengatasi kanker. Selain itu, diet alkaline juga dapat mengurangi risiko terjadinya kanker payudara karena lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur alih-alih daging

Namun, semua manfaat tersebut masih perlu studi mendalam untuk memperoleh pembuktian  secara ilmiah.

Perhatikan Saat Melaksanakan Diet Alkaline

Ahli diet Anthony DiMarino, RD, mengatakan secara keseluruhan, diet alkaline aman dan bermanfaat jika dilakukan dengan benar.

Namun, tujuan diet alkaline menangkal kondisi kronis seperti osteoporosis dan kanker, perlu penelitian lebih lanjut.

Pasalnya, beberapa bagian tubuh Anda secara alami bersifat asam. Beberapa bagian tubuh Anda secara alami  juga bersifat basa. Sebenarnya tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengubahnya. “Tubuh Anda adalah mesin yang cerdas. Ia mengatur pH dengan sangat baik,” kata DiMarino.

“Perut kita sangat asam sehingga bisa memecah makanan. Kulit kita memiliki pH sedikit asam untuk melindungi terhadap bakteri. Paru-paru dan ginjal kita bekerja untuk membuang sisa metabolisme dan menjaga pH tubuh kita pada tempat yang seharusnya.” lanjut DiMarino.

DiMarino mencontohkan, ketika membatasi bahkan tidak mengonsumsi susu, keju, yoghurt, dan daging, Anda tetap perlu mengonsumsi makanan pengganti atau suplemen untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium serta protein.

Selain metode diet alkaline, yang manfaatnya masih hangat didiskusikan, ada beberapa jenis metoda diet lainnya yang popular dan mudah diikuti.

Melansir prevention.com,  tercatat ada 15 jenis diet dinilai cocok menjadi bagian gaya hidup. Tapi dalam artikel ini, menguraikan 5 metode diet saja yang teratas dan paling popular, yaitu:

5 Jenis Diet yang Populer

Selain diet Alkaline, beberapa jenis diet yang populer adalah sebagai berikut.

1. Diet Mediterania

Diet Mediterania adalah pola makan tradisional kawasan Mediterania seperti Italia dan Yunani. Diet ini fokus pada konsumsi lemak sehat dari alpukat, yogurt, kacang, ikan, serta lainnya.

Pola diet Mediterania banyak diterapkan di berbagai negara karena dinilai terbaik. Selain menurunkan berat badan, manfaat lain dari diet ini juga bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

2. Diet DASH

Diet DASH (dietary approaches to stop hypertension) juga cukup populer karena dirancang untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah hipertensi.

Diet ini menyarankan asupan makanan seperti buah, sayur, biji-bijian, susu rendah lemak. Diet ini juga membatasi asupan lemak jenuh serta makanan tinggi kolesterol.

3. Diet weight watchers

Diet weight watcher (WW) sangat terkenal di Amerika Serikat karena diklaim bisa menurunkan berat badan dengan cara yang aman dan sehat.

Semula, diet WW ini dikhususkan bagi penderita diabetes. Tapi sekarang siapapun boleh mencoba karena cukup fleksibel serta mengutamakan asupan makanan tinggi nutrisi.

4. Diet vegan

Diet vegan juga termasuk jenis diet yang paling populer karena hanya berfokus pada asupan makanan vegan dan menghindari asupan protein hewani.

Para pegiat vegan percaya bahwa mengonsumsi makanan nabati dapat mengurangi lemak jenuh, kolesterol, serta mengontrol kadar gula darah tetap stabil.

5. Diet flexitarian

Diet fleksitarian merupakan gabungan dari metode diet yang fleksibel dan vegetarian. Meski mirip dengan vegetarian, namun diet ini masih memperbolehkan Anda mengonsumsi protein hewani sesekali.

Selain itu, pegiat diet fleksitarian harus mengutamakan makanan tinggi serat seperti sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian, dan protein nabati supaya asupan kalori harian terjaga.

 

_______________________ 

Referensi : 
Tempo.co (25 Oktober 2022), 5 Hal Penting tentang Diet Alkaline yang Dilakukan Victoria Beckham. 
WebMD (2024), Alkaline Diet: Foods High in Alkaline.
Health US News (2024), Dr. Sebi's Alkaline Diet Review: Pros, Cons and How It Works. 
Forbes Health (diakses pada 2024), (Alkaline Diet Plan Review: Does It Work?
Health (2024), What Is the Alkaline Diet? 
Cleveland Clinic (2022), What Is the Alkaline Diet, and Is It Safe?
Moffitt (diakses pada 2024), Taking Care of Your Health, Alkaline Diet for Cancer. 
Prevention (2024), 15 Best Diets for Weight Loss in 2024, According to Experts.
Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com