Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Kaitan Epigenetik dan Kesehatan

Artikel dipublikasikan : 18 Mei 2024 14:58
Dibaca : 98 kali

Epigenetika baru-baru ini  populer dibicarakan karena berkaitan erat dengan kesehatan manusia. Epigenetika juga penting untuk mengetahui asal usul suatu penyakit.

Maraknya pengaplikasian epigenetik mendorong para peneliti terus memikirkan dan menjalankan pelbagai inovasi untuk tujuan kesehatan.

Dengan pengaplikasian epigenetik di masa yang akan datang,  pengobatan penyakit pada seorang pasien lebih detail dan sangat personal karena memperhatikan profil genetik dan epigenetik yang dimilikinya.

Mengenal Epigenetik

Epigenetik adalah studi bagaimana perilaku dan lingkungan dapat menyebabkan perubahan yang mempengaruhi cara kerja gen seseorang.

Definisi pertama dari Epigenetika adalah "Epigenesis," sebuah istilah yang diambil dari bahasa Yunani kuno yang berarti "di atas gen". Epigenesis  diciptakan oleh ahli biologi Inggris Conrad H. Waddington, pada tahun 1942, kemudian diubah menjadi epigenetika.

Perubahan epigenetik berbeda dengan perubahan genetik karena perubahan epigenetik dapat dibalikkan dan tidak mengubah urutan DNA, tetapi dapat mengubah cara tubuh membaca urutan DNA tersebut.

Epigenetik tidak mengubah gen tapi hanya mengubah cara kerja gen.

Dua komponen utama dalam studi epigenetik adalah metilasi DNA dan modifikasi protein histon.  Pada dasarnya adalah proses di mana gen kita 'diaktifkan' atau 'dinonaktifkan' oleh penandaan molekuler tertentu. 

Faktor-faktor seperti usia, pola makan, latihan fisik, dan stres bisa memengaruhi perubahan epigenetik.

Bagaimana Epigenetik Dapat Berubah?

Epigenetik berubah seiring dengan bertambahnya usia, baik sebagai bagian dari perkembangan dan penuaan normal maupun sebagai respons terhadap perilaku dan lingkungan.

1.  Perkembangan Epigenetik

Perubahan epigenetik dimulai sebelum seseorang lahir. Semua sel memiliki gen yang sama, tetapi terlihat dan berfungsi secara berbeda. Saat tumbuh dan berkembang, epigenetik membantu menentukan fungsi apa yang akan dimiliki oleh suatu sel, misalnya, apakah akan menjadi sel jantung, sel saraf, atau sel kulit.

2.  Epigenetik dan Usia

Epigenetik akan terus berubah sepanjang hidup seseorang. Epigenetik saat lahir tidak sama dengan epigenetik saat masa kanak-kanak atau dewasa.

3.  Kemampuan Perubahan Epigenetik

Tidak semua perubahan epigenetik bersifat permanen. Beberapa perubahan epigenetik dapat ditambahkan atau dihilangkan sebagai respons terhadap perubahan perilaku atau lingkungan.

Perubahan epigenetik dapat memengaruhi kesehatan dalam berbagai cara, diantaranya:

1. Infeksi Dan Epigenetik

Saat kita terinfeksi oleh kuman, kuman tersebut dapat mengubah DNA kita melalui epigenetik. Ini adalah cara kuman memanipulasi sistem kekebalan tubuh kita agar tidak bisa melawan mereka dengan efektif. 

Mereka mengubah sebagian DNA kita sehingga gen yang bertanggung jawab dalam melawan infeksi dimatikan. Hal ini memungkinkan kuman untuk bertahan hidup dan berkembang di tubuh.

2. Kanker Dan Epigenetik

Kanker terjadi ketika sel-sel tubuh berkembang secara tidak terkendali.

Ada beberapa mutasi genetik yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Namun, epigenetik juga berperan penting. Perubahan epigenetik dapat menyebabkan penurunan atau peningkatan ekspresi gen tertentu yang terkait dengan kanker. 

Sebagai contoh, jika ada mutasi pada gen BRCA1 yang mencegahnya berfungsi dengan baik, risiko terkena kanker payudara dan kanker lainnya dapat meningkat. 

Perubahan epigenetik seperti peningkatan metilasi DNA juga dapat meningkatkan risiko kanker.

Metilasi DNA adalah proses penambahan kelompok kimia ke DNA yang dapat mematikan gen yang seharusnya melawan kanker.

3. Asupan Gizi Selama Kehamilan Dan Epigenetik

Asupan gizi yang baik selama kehamilan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Ternyata, makanan yang ibu makan selama hamil juga dapat memengaruhi epigenetik bayi.

Ibu hamil makan makanan yang sehat, itu bisa mengubah cara DNA bayi berekspresi. Perubahan ini bisa bertahan selama beberapa dekade dan meningkatkan risiko bayi mengidap beberapa penyakit saat dewasa.

Jadi, penting bagi ibu hamil untuk menjaga pola makan yang seimbang dan sehat.

4. Epigenetik Dan Penyakit Jantung

Berikut gambaran epigenetik berhubungan dengan penyakit jantung atau kardivaskular.

Penelitian menunjukkan bahwa epigenetik memiliki peran penting dalam perkembangan penyakit jantung. 

Misalnya, pola makan yang buruk dan kurang olahraga dapat menyebabkan perubahan epigenetik yang akhirnya meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung. 

Sebagai contoh, diet tinggi lemak dan gula dapat menyebabkan perubahan epigenetik pada gen yang mengontrol metabolisme lemak dan gula dalam tubuh kita. Hal ini bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan penyakit jantung. 

Sebaliknya, pola makan sehat dan olahraga secara teratur dapat 'menyimpan' catatan positif pada gen kita melalui proses epigenetik, yang dapat membantu melindungi kita dari penyakit jantung.

Yang lebih menarik lagi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan epigenetik ini bahkan dapat diwariskan dari generasi ke generasi. 

Artinya, gaya hidup sehat tidak hanya berpotensi melindungi Anda dari penyakit jantung, tetapi juga dapat membantu melindungi anak dan cucu Anda. 

Dengan memahami hubungan antara epigenetik dan penyakit jantung, kita memiliki peluang yang lebih baik untuk mencegah dan merawat penyakit ini. 

5. Epidemik Dan Kesehatan Mental

Salah satu temuan adalah  jejak emosi dapat diwariskan dari generasi ke generasi. 

Para ilmuwan telah menemukan bahwa pengalaman traumatis yang dialami nenek moyang kita dapat meninggalkan bekas yang mendalam pada gen kita, sehingga memengaruhi kerentanan kita terhadap penyakit atau penyakit tertentu. Kondisi kesehatan mental. 

Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa keturunan korban Holocaust memiliki tingkat hormon stres yang lebih tinggi dan menunjukkan respons stres yang berbeda dibandingkan dengan individu yang tidak memiliki riwayat keluarga seperti itu.

Bagaimana tepatnya jejak emosi ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya? 

Satu usulan mengemuka yaitu mekanismenya melalui proses metilasi DNA, di mana gugus metil ditambahkan ke gen, sehingga memengaruhi aktivitasnya. Perubahan ini bisa bertahan lama, artinya efek dari jejak emosional bisa bertahan selama beberapa generasi.

Epigenetika tidak hanya menjelaskan bagaimana pengaruh emosi terhadap diri kita sendiri kesehatan tetapi juga menawarkan harapan untuk kehancuran siklus trauma. 

Untuk memahami mekanisme keterkaitan molekuler, para ilmuwan sedang mengembangkan intervensi terapeutik inovatif untuk membalikkan modifikasi genetik ini dan mendorong penyembuhan kesehatan mental. 

Potensi dampak dari intervensi tersebut sangat besar karena membuka pintu untuk mencegah transmisi jejak emosi negatif kepada generasi mendatang.

Namun, penting untuk diketahui bahwa meskipun perubahan epigenetik mempunyai dampak yang besar, perubahan tersebut tidak sepenuhnya bersifat deterministik. 

Interaksi antara genetika dan lingkungan sangatlah kompleks, dan tidak semua orang yang memiliki masa lalu traumatis akan mengalami kondisi kesehatan terkait. 

Gen kita hanyalah kecenderungan, dan pilihan yang kita buat, dukungan yang kita terima, dan ketahanan yang kita tanam, semuanya dapat memengaruhi hasilnya.

Jejak emosional adalah bagian penting dari diri sendiri, pengalaman manusia, yang membentuk hubungan kita, sert respons terhadap stres, dan kesejahteraan kita secara keseluruhan. 

Bidang epigenetika membantu memahami dampak besar dari jejak masa lalu terhadap genetika kita. Hal ini mengajak kita untuk merenungkan pentingnya penyembuhan trauma generasi, meningkatkan kesejahteraan emosional, dan mendorong masyarakat yang tangguh.

Berpijak dari studi epigenetika, harapannya pada masa depan, dokter mungkin dapat menggunakan tes epigenetik untuk membantu menilai risiko individu terhadap berbagai penyakit dan merancang strategi pencegahan atau pengobatan yang lebih efektif.

________________________________

Referensi:

https://genecraftlabs.com/epigenetik/(diakses 2024)

https://www.whatisepigenetics.com/artificial-intelligence-and-gpt-powered-skin-epigenetics-applications-in-personalized-skincare(diakses 2024)

https://health.kompas.com/read/23F03170022368/epigenetik-konsep-pencegahan-dan-pengobatan-penyakit-jantung-masa-depan?page=3(diakses 2024)

https://perbedaan.budisma.net/perbedaan-genetik-dan-epigenetik.html(diakses 2024)

https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/kumparansains/sentuhan-orang-tua-ternyata-pengaruhi-perkembangan-psikologi-bayi-1550017112786359765

(diakses 2024)

https://www.cdc.gov/genomics-and-health/about/epigenetic-impacts-on-health.html(diakses 2024)

https://my.clevelandclinic.org/health/articles/epigenetics(diakses 2024)

https://betshy.com/id/2024/01/25/epigenetika-dan-jejak-emosional-yang-mengungkap-rahasia-masa-lalu-kita/(diakses 2024)

 
Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com