Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Keterkaitan Antara Jejaring Sosial dan Kesehatan

Artikel dipublikasikan : 16 Mei 2024 06:44
Dibaca : 111 kali

 

Jejaring sosial merupakan alat komunikasi berbasis internet yang melaluinya individu, organisasi, dan komunitas berbagi, bertukar, atau menciptakan informasi, ide, gambar, dan konten lainnya dalam jaringan virtual. 

Platform online dibuat khusus untuk menghubungkan individu, profesional kesehatan, dan organisasi terkait dalam bidang kesehatan. Interaksi yang berlangsung di dalam jejaring sosial ternyata  juga mempengaruhi kesehatan masyarakat. 

Salah satu kegunaan dari platform jejaring sosial adalah dapat digunakan sebagai media untuk berbagi informasi, misalnya,  untuk mendiskusikan topik kesehatan. 

Selain itu, jejaring sosial juga dapat  memberikan dukungan emosional, dan memfasilitasi kolaborasi dalam penelitian serta perawatan kesehatan.

Manfaat Jejaring Sosial Bagi Kesehatan

Bukan hanya dapat memberikan dukungan dan informasi kepada individu, tetapi jejaring sosial juga berpotensi membawa perubahan positif dalam sistem kesehatan melalui kolaborasi dan partisipasi yang lebih luas.

Beberapa manfaat dari jejaring sosial kesehatan yang penting bagi individu, profesional kesehatan dan komunitas kesehatan secara keseluruhan adalah sebagai berikut :

  1. Memberi dukungan emosional dan sosial

  • Pemberdayaan pasien: Pada saat berinteraksi dengan orang lain yang memiliki kondisi serupa, pasien akan merasa lebih diberdayakan dan tidak merasa kesepian.

  • Mengurangi tingkat stres : Dengan berbagai pengalaman dan saling mendukung satu sama lain dari pasien yang memiliki kondisi serupa dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan yang sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan kronis atau serius.

  1. Akses ke Informasi Kesehatan yang Valid

  • Pengetahuan yang diperluas: Pasien bisa memahami  tentang kondisi mereka, memilih perawatan, dan strategi manajemen kesehatan dari pengalaman orang lain dan dari informasi yang dibagikan oleh profesional kesehatan di platform tersebut.

  • Informasi yang lebih terpercaya: Beberapa jejaring sosial kesehatan yang telah bekerja sama dengan organisasi dengan tujuan untuk memastikan bahwa informasi yang dibagikan adalah hal yang akurat dan terkini.

3. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik 

  • Sumber Inspirasi: Pasien atau individu bisa terbantu dengan melihat sisa sukses dan strategi manajemen dari pasien lain sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang Bagaimana perawatan dan gaya hidup yang harus mereka tanamkan.

  • Pendapat Kedua: Perspektif tambahan yang bermanfaat dapat dihasilkan dari diskusi dengan komunitas agar mereka bisa mempertimbangkan dan memilih pengobatan atau perawatan apa yang terbaik.

4. Kolaborasi dalam Penelitian 

  • Partisipasi dalam Studi: Percepatan 0engembangan terapi dan obat baru dapat terwujud apabila jejaring sosial kesehatan dapat memfasilitasi partisipasi pasien dalam penelitian klinis.

  • Data Berharga: Pengalaman yang dibagikan oleh pasien dapat memberikan data berharga yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mempelajari tentang kondisi tertentu dengan lebih baik dan efek dari berbagai pengobatan.

5. Meningkatkan Kualitas Perawatan 

  • Komunikasi dengan Profesional Kesehatan: Beberapa platform memungkinkan pasien untuk berkomunikasi langsung dengan dokter atau ahli kesehatan, yang dapat meningkatkan kualitas dan kecepatan perawatan.

  • Sumber daya edukasi : Pasien dapat meningkatkan pemahaman tentang kondisi mereka dengan cara terbaik untuk mengelola kondisi tersebut yaitu dengan cara mengakses ke artikel, video dan webinar edukatif.

6. Mendorong Perubahan Kebijakan Kesehatan

  • Advokasi pasien: Komunitas yang kuat dapat menjadi suara yang berpengaruh dalam advokasi kebijakan kesehatan, memperjuangkan hak dan kebutuhan pasien. 

  • Pengaruh pada penelitian dan pengembangan: Penelitian dapat dipengaruhi oleh masukan dari komunitas yang dapat lebih memperhatikan area yang membutuhkan perhatian.

Pengguna Jejaring Sosial Kesehatan

Pengguna jejaring sosial kesehatan terdiri dari berbagai macam kelompok dengan berbagai kebutuhan dan tujuan yang berbeda. Berikut ini adalah pengguna jejaring sosial kesehatan:

1. Pasien

  • Pasien dengan Kondisi Kronis 

Orang yang hidup dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, atau kanker biasanya menggunakan platform ini untuk mendapatkan dukungan dan informasi mengenai perkembangan penyakitnya.

  • Pasien dengan Penyakit Langka

Pasien yang memiliki penyakit langka seringkali mengalami keterbatasan informasi dan dukungan lokal sehingga mereka sering mencari komunitas Global untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan nasihat.

  • Pasien yang Baru Didiagnosis

Pasien yang baru didiagnosis dengan kondisi kesehatan tertentu sering mencari informasi dan dukungan dari orang lain yang memiliki pengalaman serupa.

2. Pengasuh dan Keluarga

  • Pengasuh Utama

Jejaring sosial kesehatan seringkali digunakan oleh anggota keluarga atau orang yang merawat pasien dengan kondisi kesehatan tertentu untuk mendapatkan saran praktis dan dukungan emosional.

  • Anggota Keluarga

Pada umumnya guitar keluarga pasien dapat mencari informasi untuk memahami kondisi kesehatan anggota keluarga mereka dan menemukan cara terbaik untuk memberikan dukungan.

3. Profesional Kesehatan

  • Dokter dan Spesialis

Platform keheranan juga sering digunakan oleh tenaga profesional medis untuk danbo komunikasi dengan pasien koma berbagai pengetahuan medis dan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi klinis pasien.

  • Perawat dan Tenaga Kesehatan Lainnya

Tenaga medis dapat memberikan dukungan langsung kepada pasien dan mendingan mah update terbaru tentang perkembangan dalam praktik manis dan perawatan pasien tersebut.

Peneliti Kesehatan: Peneliti memanfaatkan data yang dihasilkan oleh komunitas pasien untuk penelitian, survei, dan pengembangan terapi baru.

4. Organisasi Kesehatan 

  • Rumah Sakit dan Klinik 

Rumah sakit dan klinik dapat menggunakan jejaring sosial kesehatan untuk berinteraksi dengan pasien serta memberikan edukasi kesehatan. Institusi ini juga dapat meningkatkan partisipasi dari pasien.

  • Organisasi Nirlaba dan Advokasi

Organisasi ini sering berkaitan dengan  komunitas untuk memberikan informasi, dukungan, serta mempromosikan kepentingan pasien di tingkat kebijakan.

5. Pengembang dan Inovator Teknologi Kesehatan

  • Startup dan Perusahaan Teknologi

Kata dan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dapat menggunakan jejaring sosial kesehatan untuk memahami kebutuhan pasien dan profesional kesehatan. Hal ini dilakukan untuk menguji dan menyempurnakan produk dan layanan baru yang ada.

Mereka dapat menggunakan jejaring sosial kesehatan untuk memahami kebutuhan pasien dan profesional kesehatan, serta untuk menguji dan menyempurnakan produk dan layanan baru.

  • Pengembang Aplikasi dan Platform

Pengembang aplikasi akan menciptakan alat yang dapat digunakan oleh komunitas untuk berkomunikasi dan berbagi informasi dengan lebih efektif.

6. Publik Umum

  • Orang-orang yang memiliki minat pada Kesehatan

Orang yang ingin menjaga kesehatan mereka atau yang tertarik pada topik kesehatan tertentu dapat bergabung dalam jejaring sosial kesehatan untuk mendapatkan informasi dan dukungan.

Tantangan Jejaring Sosial Kesehatan di Masa Depan

Beberapa tantangan jejaring sosial kesehatan di masa depan diantaranya adalah:

  1. Privasi dan Keamanan Data

Informasi kesehatan yang bersifat sensitif tentu saja data penggunanya harus dilindungi dan itu menjadi salah satu isu kritis. Kerugian dapat disebabkan oleh kebocoran data yang dialami oleh individu dan lembaga kesehatan.

  1. Kesalahpahaman Informasi Kesehatan 

Mengelola dan memverifikasi informasi menjadi salah satu tantangan tantangan besar bagi platform kesehatan agar tidak terjadinya hoax yang beredar di masyarakat.

  1. Regulasi dan Kepatuhan 

Peraturan menuntut platform untuk mematuhi standar ketat yang memerlukan investasi besar dalam teknologi dan kepatuhan hukum.

  1. Interoperabilitas Sistem

Integrasi dengan sistem informasi kesehatan memerlukan standar interoperabilitas yang memungkinkan pertukaran data yang aman dan efektif.

  1. Adopsi Teknologi oleh Pengguna 

Meskipun teknologi terus berkembang, adopsi oleh pengguna, terutama di kalangan usia lanjut atau populasi dengan akses terbatas terhadap teknologi, bisa menjadi tantangan.

__________________________

Referensi :

Naslund J.A., Aschbrenner K.A., Marsch L.A., Bartels S.J. (2016), The future of mental health care: Peer-to-peer support and social media.

Vntola C.L. (2014), Social media and health care professionals: Benefits, risks, and best practices. Pharm. Ther.

Korda H., Itani Z.(2013),  Harnessing Social Media for Health Promotion and Behavior Change. Health Promot. Pract.

Moorhead S.A., Hazlett D.E., Harrison L., Carroll J.K., Irwin A., Hoving C. (2013),  A New Dimension of Health Care: Systematic Review of the Uses, Benefits, and Limitations of Social Media for Health Communication.

Centola D. (2013), Social Media and the Science of Health Behavior. Circulation.

Belfiore P., Scaletti A., Frau A., Ripani M., Spica V.R., Liguori G. (2018), Economic aspects and managerial implications of the new technology in the treatment of low back pain.

Belfiore P., Sarnacchiaro P., Sorrentini A., Ricchiuti R. (2020), New social media for health promotion management: A statistical analysis. Soft Comput.

 
Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com