Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Mencermati Fungsi Peptida, Apa Yang Membuatnya "Laris Manis" ?

Artikel dipublikasikan : 24 Maret 2024 09:28
Dibaca : 69 kali

 

Saat ini penelitian tentang peptida sedang booming, dengan maraknya penemuan dan penerapan baru yang menarik yang digunakan dalam bidang makanan, suplemen, obat-obatan, dan produk perawatan kulit.

Dalam ilmu kosmetik, peptida "laris manis" karena penambahan zat ini ke dalam skincare bisa merangsang kulit untuk membuat kolagen, sehingga kulit menjadi lebih kencang dan awet muda. Produknya tersedia  mulai dari moisturizer hingga serum, terutama untuk anti-aging.

Peptida juga sering ditemukan dalam suplemen makanan. Pasalnya, peptida lebih mudah diserap tubuh dibandingkan protein utuh. Peptida juga lebih kecil kemungkinannya menyebabkan reaksi alergi dibandingkan protein utuh, itulah sebabnya peptida sering digunakan dalam susu formula bayi.

Sementara dalam bidang farmasi saat ini terdapat 80 obat berbahan peptida yang disetujui di seluruh dunia. Insulin merupakan contoh obat peptida yang tersusun dari 51 asam amino.

Tentang Peptida

Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, tetapi jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein.

Peptida dibagi menjadi dua kelompok:

1. Peptida Endogen

Peptida Endogen diproduksi di berbagai sel di tubuh, dari sel saraf hingga sel sistem kekebalan. Setiap protein dalam tubuh terdiri dari satu rantai yang terdiri dari 20 atau lebih asam amino, yang dikenal sebagai polipeptida.

Polipeptida dihubungkan satu sama lain melalui ikatan kimia yang disebut ikatan peptida.

Masing-masing rantai ini mengandung asam amino yang dihubungkan bersama dalam urutan tertentu, yang menentukan fungsi dan struktur peptida.

Peptida diperlukan untuk sejumlah proses penting dalam tubuh, seperti penyembuhan luka.

2. Peptida Eksogen

Peptida Eksogen adalah peptida yang masuk ke tubuh Anda dari sumber luar, seperti makanan, suplemen, dan obat-obatan.

Peptida terdapat pada setiap makhluk hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat berupa enzim, hormon, antibiotik, dan reseptor.

Sebagian besar peptida makanan tetap tidak aktif ketika terkandung secara berurutan dalam protein induknya masing-masing dan hanya diaktifkan ketika dicerna oleh enzim yang sesuai di saluran pencernaan atau melalui pengolahan makanan atau fermentasi.

Makanan Mengandung Peptida

Semua protein makanan mengandung peptida, namun susu, telur, biji-bijian, dan kedelai adalah beberapa sumber terkaya.

Susu
Susu dan keju. Setelah dicerna, kedua komponen tersebut dapat diolah menjadi sejumlah peptida yang memiliki manfaat antimikroba dan terapeutik.

Telur
Ini adalah sumber peptida makanan yang kaya. Peptida IRW dan IQW memiliki sifat anti-inflamasi dan juga mengandung antioksidan.

Kedelai
Kedelai dan banyak kacang lainnya mengandung peptida yang dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan. Sebuah penelitian mengklaim bahwa peptida kedelai memiliki sifat antioksidan dan anti-kelelahan. Pun peptida kedelai diklaim dapat meningkatkan kolagen Tipe I di tubuh.

Ikan dan daging
Ikan, terutama ikan laut, merupakan sumber yang kaya akan peptida dan protein esensial. Peptida pada ikan dapat mencegah photoaging pada kulit. Tulang dan kulit ikan sangat kaya akan kolagen.

Sementara, kolagen yang berasal dari laut banyak digunakan dalam produk perawatan kulit dan merupakan radikal bebas yang sangat efektif. Bahkan, daging sapi dan ayam, merupakan sumber peptida bioaktif yang kaya.

Saripati Ayam
Dikutip dari Journal of Physiological Anthropology, para peneliti menunjukkan bahwa daging ayam mengandung beberapa peptida penting yang berguna untuk menjaga fungsi otak. Seperti disebutkan dalam jurnal tersebut, di antaranya adalah CAR dan ANS.

Menurut para peneliti, asam amino yang terkandung dalam peptida tersebut dibutuhkan untuk mensintesis cerebral neurotransmitter. Makin banyak neurotransmitter terbentuk, kebugaran otak akan semakin terjaga sehingga tidak mudah kehilangan konsentrasi.

Efek Samping Peptida

Peptida biasanya aman bila dikonsumsi sesuai tujuan penggunaan, seperti dalam obat resep, vaksin, suplemen makanan, atau kosmetik.

Misalnya menyalahgunakan hormon peptida. Hormon peptida (seperti insulin, hormon pertumbuhan, hormon tiroid, dan eritropoetin) untuk meningkatkan pertumbuhan otot rangka dan/atau meningkatkan kebugaran fisik dapat menyebabkan masalah akut yang serius, seperti, kelumpuhan otot, diabetes, hipotiroidisme, hipertensi arteri, keringat berlebihan, sakit kepala dan muntah.

Penyalahgunaan hormon peptida juga dapat meningkatkan risiko jangka panjang terhadap: 

  • Aterosklerosis (penumpukan plak di dinding pembuluh darah)

  • Trombosis (pembekuan darah)

  • Osteoporosis (tulang rapuh dan rapuh akibat pengeroposan tulang)

  • Kanker

Nah, karena efek terhadap tubuh berbahaya jika penggunaan bahan peptida tidak sesuai aturan, walhasil Anda perlu cermat memilih produk-produk yang memakai bahan tersebut.

Menemukan Suplemen Peptida yang Tepat

Peptida kolagen adalah jenis suplemen peptida paling umum yang dapat ditemukan di toko bahan makanan, toko makanan kesehatan, dan online.

Saat berbelanja suplemen peptida kolagen, penting untuk membeli produk dari perusahaan terkemuka. Beberapa perusahaan disertifikasi oleh organisasi yang menetapkan standar ketat untuk kualitas dan keamanan suplemen.

Kebanyakan suplemen peptida kolagen berbentuk bubuk, tetapi juga tersedia dalam bentuk cair, kapsul, dan permen karet.

Beberapa produk peptida kolagen mengandung bahan tambahan seperti tambahan gula, pewarna dan perasa buatan, yang sebagian orang lebih suka tidak memasukkannya ke dalam makanan mereka. Saat berbelanja peptida kolagen, pastikan untuk memindai label bahan jika ingin menghindari bahan tertentu. 

Tips Memilih Produk Kecantikan Berbahan Peptida

Sebelum menggunakan produk kecantikan yang mengandung peptida, perhatikan hal ini!

Banyaknya jenis peptida juga membuatnya sulit digeneralisasikan, tapi beberapa diantaranya juga dapat menyebabkan iritasi pada jenis kulit tertentu.

Tips berikut semoga membantu Anda cermat memilih skincare:

  1. Pahami Jenis Kulit 

Mulailah dengan menilai jenis kulit Anda. Ini termasuk seberapa berminyak atau keringnya kulit Anda dan apakah sensitif atau tidak.

Berolahragalah juga jika Anda menderita kondisi kulit yang mendasarinya seperti jerawat, hiperpigmentasi, psoriasis, atau kondisi kulit lainnya.

Selanjutnya, kenali masalah kulit dan tujuan Anda. Misalnya, apakah Anda ingin mengatasi garis atau kerutan, memudarkan hiperpigmentasi, meningkatkan elastisitas atau menghaluskan tekstur?

  1. Konsentrasi Peptida

Efektivitas produk peptida terkait dengan konsentrasi peptida. Carilah produk yang mencantumkan peptida di dekat bagian atas daftar bahannya.

Pertimbangkan formulasi yang menggabungkan peptida dengan bahan bermanfaat lainnya seperti antioksidan untuk kulit bercahaya, retinoid untuk anti penuaan, asam hialuronat untuk hidrasi, atau niacinamide untuk tekstur.

  1. Formulasi 

Pilihan serum, krim, atau masker sangat bergantung pada jenis dan kebutuhan kulit Anda. Serum menawarkan penetrasi yang lebih dalam dan biasanya memiliki konsentrasi peptida yang lebih tinggi. produk ini ideal untuk mengatasi masalah tertentu seperti kerutan dalam atau hilangnya kekencangan.

Produk ini paling cocok jika kulit Anda tidak terlalu sensitif dan juga untuk jenis kulit yang lebih berminyak.

Krim dan lotion yang mengandung peptida adalah pilihan terbaik jika Anda membutuhkan hidrasi menyeluruh dan tekstur kulit yang lebih baik. Umumnya produk ini paling cocok untuk orang dengan kulit sensitif kering.

Masker peptida adalah perawatan intensif yang bagus terutama jika Anda memiliki kulit yang sangat kering.

Perlu dicatat bahwa tidak ada produk suplemen atau skincare yang dapat bekerja secara instan. Akan lebih bermanfaat bila tetap rutin berolahraga, mengatur gaya hidup, dan menjaga kualitas asupan makanan.

 

___________________________ 

Referensi : 

Web MD (2024), Peptides: Types, Uses, and Benefits. 

Very Well Health (2024), Everything You Need to Know About Peptides : Peptides are short chains of amino acids that can form proteins.

Health (2023), What Are Peptides and What Are They Used For?

City Skin Clinic (2023), Here’s What Peptides Can Do For Your Skin & How To Use Them.

Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com