Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Mengenal Teknik Binaural Beats Meditation

Artikel dipublikasikan : 7 Juni 2024 10:37
Dibaca : 89 kali

Saat Anda mendengar dua nada, yaitu satu nada di masing-masing telinga dengan frekuensinya yang sedikit berbeda, maka otak Anda akan memproses detak pada perbedaan frekuensi tersebut. Hal ini disebut dengan ketukan binaural atau binaural beats. 

Binaural beats merupakan fenomena auditif dimana dua frekuensi suara yang sedikit berbeda diperdengarkan di telinga kanan dan kiri secara bersamaan. Otak memproses perbedaan ini dan menciptakan persepsi suara baru yang disebut binaural beats.

Teknik ini berkaitan dengan efek relaksasi, fokus, dan konsentrasi, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi efeknya secara ilmiah.

Contoh binaural beats adalah ketika Anda mendengarkan suara di telinga sebelah kiri dengan frekuensi 132 Hertz (Hz), kemudian telinga kanan Anda mendengar suara dengan frekuensi 121 Hz.  Otak Anda akan menjadi sinkron secara bertahap dengan perbedaan 11 hz tersebut. Daripada Anda mendengar kedua nada berbeda tersebut, mungkin Anda lebih memilih untuk mendengar satu nada pada 11 Hz yang terdengar dari masing-masing telinga. 

Binaural beats dianggap sebagai ilusi pendengaran yang dapat berfungsi ketika setiap nada memiliki frekuensi kurang dari 1000 Hz, dan perbedaan antara kedua nada tersebut tidak boleh lebih dari 30 Hz.  Nada yang didengarkan juga harus didengar secara terpisah pada masing-masing telinga. 

Binaural beats juga telah dieksplorasi dalam musik yang terdengar kemudian digunakan untuk membantu menyetel instrumen musik, contohnya, adalah  piano dan organ. Hal tersebut juga telah diteliti karena berpotensi dapat mempengaruhi kesehatan Anda. 

Manfaat Kesehatan Binaural Beats

Meditasi merupakan praktik menenangkan pikiran dan mengurangi jumlah pikiran acak yang melewatinya. Dengan melakukan latihan meditasi yang teratur telah terbukti mampu mengurangi stres dan kecemasan, memperlambat laju penuaan otak dan kehilangan ingatan, meningkatkan kesehatan mental, dan memperpanjang rentang perhatian. 

Berlatih meditasi secara teratur juga bisa jadi cukup sulit, sehingga orang-orang akan beralih ke teknologi untuk mendapatkan bantuan. Dengan mempraktikkan binaural beats antara 1 sampai 30 Hz diyakini dapat menciptakan pola gelombang otak yang sama seperti yang dialami seseorang selama meditasi. 

Saat Anda mendengarkan suara dengan frekuensi tertentu, gelombang otak Anda akan melakukan sinkronisasi dengan frekuensi tersebut. Dengan kata lain, binaural beats dapat membantu menciptakan frekuensi yang dibutuhkan otak Anda untuk menciptakan gelombang yang sama yang biasa dialami selama latihan meditasi. 

Binaural beats diyakini mampu dapat menginduksi kondisi mental yang sama seperti yang berhubungan dengan latihan meditasi secara lebih cepat. 

Beberapa manfaat dari binaural beats adalah :

  • mengurangi terjadinya kondisi kecemasan 

  • membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi 

  • membuat tingkat stres yang menjadi lebih rendah 

  • membantu meningkatkan relaksasi tubuh

  • menumbuhkan suasana hati yang positif 

  • membantu meningkatkan kreativitas dalam diri

  • membantu mengontrol hingga meredakan rasa sakit

Cara Menggunakan Binaural Beats

Untuk melakukan binaural beats, Anda hanya memerlukan audio binaural beats dan sepasang headphone atau earbud. Audio binau rabbit dapat dengan mudah anda temukan secara online seperti di channel YouTube atau melalui file yang diunduh ke pemutar MP3 atau perangkat seluler lainnya. 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka kedua nada harus memiliki frekuensi kurang dari 1000 Hz dan perbedaan antara kedua nada tidak boleh lebih dari 30 Hz. Anda juga dapat menyesuaikan gelombang otak mana yang sesuai dengan nada tersebut. 

Secara garis besar hal tersebut di atas dapat digambarkan  sebagai berikut:

  • Binaural beats dalam rentang delta (1 hingga 4 Hz) telah dikaitkan dengan tidur nyenyak dan relaksasi.

  • Binaural beats dalam rentang theta (4 hingga 8 Hz) terkait dengan tidur REM (Rapid Eye Movement), berkurangnya kecemasan, relaksasi, serta keadaan meditatif dan kreatif. 

  • Binaural beats dalam frekuensi alfa (8 hingga 13 Hz) dianggap mendorong relaksasi, meningkatkan sikap positif, dan mengurangi kecemasan. 

  • Binaural beats dalam frekuensi beta yang lebih rendah (14 hingga 30 Hz) telah dikaitkan dengan peningkatan konsentrasi dan kewaspadaan, pemecahan masalah, dan peningkatan memori. 

  • Binaural beats 40 Hz terbukti membantu dalam meningkatkan pelatihan dan pembelajaran, menurut sebuah studi tahun 2020.

Posisi terbaik untuk mendengarkan binaural beats adalah dalam posisi duduk di tempat yang nyaman dan bebas dari gangguan apapun. Anda dapat mencoba untuk mendengarkan audio binaural bit setidaknya selama 30 menit setiap hari di headphone Anda untuk memastikan bahwa ritmenya tertahan atau telah tersinkronisasi di seluruh otak.  

Anda juga dapat bereksperimen dengan lamanya waktu untuk mendengarkan binaural beats agar mengetahui mana yang paling cocok untuk Anda. Sebagai contoh, apabila Anda mengalami kecemasan atau stres tingkat tinggi maka Anda bisa mencoba untuk mendengarkan audionya selama 1 jam penuh atau lebih lama lagi dengan menggunakan headphone dan dengan mata tertutup untuk mendapatkan hasil relaksasi yang lebih optimal.

Penelitian Binaural Beats

Sebagian besar penelitian tentang efek binaural beats memang masih terbilang kecil, namun ada beberapa yang memberikan bukti bahwa ilusi pendengaran ini memang memiliki manfaat kesehatan, terutama yang berhubungan dengan kecemasan, suasana hati, dan kinerja. 

Berikut merupakan beberapa bukti dari penelitian tersebut:

  • Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2005 melalui sekitar 100 orang yang akan menjalani operasi  menemukan bahwa binaural beats mampu secara signifikan mengurangi kecemasan pra-operasi dibandingkan dengan audio serupa tanpa nada binaural dan tanpa audio sama sekali. Pada studi tersebut, tingkat kecemasan berkurang setengahnya pada orang yang mendengarkan audio binaural beat.

  • Studi pada tahun 2007 dengan meminta delapan orang dewasa untuk mendengarkan CD binaural beat dengan frekuensi detak delta (1 hingga 4 Hz) selama 60 hari berturut-turut dengan rutin. Hasil penelitian menemukan bahwa mendengarkan binaural beats selama 60 hari secara signifikan mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup peserta secara keseluruhan. Namun, penelitian kecil ini mengandalkan survei pasien untuk mengumpulkan data, sehingga diperlukan penelitian yang lebih besar untuk memastikan efek tersebut.

  • Salah satu uji coba acak yang lebih besar pernah dilakukan pada tahun 2011 dengan mengamati penggunaan binaural  beats ada 291 pasien yang dirawat di unit gawat darurat di rumah sakit. Penelitian tersebut menyimpulkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang sangat signifikan pada pasien yang terpapar audio dengan binaural beats dibandingkan dengan mereka yang mendengarkan audio lain atau yang tidak mendengarkan audio sama sekali.

  • Studi yang telah dilakukan pada tahun 2019 menggabungkan efek denau rabbit dan respon Meridian sensorik otonom atau ASMR, yaitu sebuah fenomena respon relaksasi terhadap pemicu audio atau visual tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut diperkirakan lebih bermanfaat dibandingkan melakukan keduanya secara terpisah.

  • Tinjauan Penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan bahwa sebagian besar penelitian pada bidang binaural beats terbatas atau terkontradiksi dan terdapat bukti bahwa dampaknya semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Maka dari itu diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami sepenuhnya potensi manfaat dari binaural beats.

_________________________ 

Referensi :

Nature.com.Bai Z, et al. (2015), Investigating the effect of transcendental meditation on blood pressure: a systematic review and meta-analysis.

Ncbi.nlm.nih.go.Garland EL, et al. (2018), Mindfulness-based treatment of addiction: current state of the field and envisioning the next wave of research.

Ncbi.nlm.nih.gov.goyal M, et al. (2014), Meditation programs for psychological stress and well-being: A systematic review and meta-analysis.

Academic.oup.com. Ong JC, et al. (2014), A randomized controlled trial of mindfulness meditation for chronic insomnia.

Webmd.com (2023), Mental-Health, Slideshow: Grief Health Effects.

 
Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com