Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Mengungkap Potensi Senyawa Senolitik terhadap Umur Panjang

Artikel dipublikasikan : 28 Maret 2024 17:38
Dibaca : 34 kali

Jepang, selain kaya keindahan alamnya juga merupakan negara dengan jumlah centenarian (seseorang yang umurnya lebih dari 100 tahun) paling banyak di dunia.

Mayoritas centenarian di Jepang berada di Pulau Okinawa, yang kerap dijuluki pulau umur panjang.

Lansia di Pulau Okinawa yang paling tua juga memiliki tingkat penyakit kanker, diabetes, dan kepikunan yang jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan populasi lansia di tempat lainnya.

Resepnya sederhana, antara lain, warga Okinawa rajin mengonsumsi makanan kaya sayuran dan makanan antioksidan, jarang mengonsumsi gula, dan makan di piring kecil.

Makanan pokok di Okinawa bukanlah nasi, melainkan ubi yang kaya serat. Ubi, salah satu jenis bahan pangan yang diyakini memiliki khasiat anti-aging yang bisa membuat proses penuaan lebih sehat dan alami.

Konsep "mencegah" penuaan ala orang Okinawa, bagi sebagian orang bukan pekerjaan mudah sehingga mereka ingin yang lebih praktis.

Nah, beberapa tahun belakangan dimulailah sejumlah penelitian terkait anti-aging, dalam bentuk "obat ajaib", suplemen, dan vaksin.

Obat tersebut bekerja dengan menghilangkan sel-sel yang berkontribusi pada proses penuaan dalam tubuh manusia sehingga berpotensi menggandakan umur kita.

Untuk diketahui, penuaan manusia dipercepat oleh sel-sel yang disebut "sel zombie", yang secara ilmiah dikenal sebagai sel tua.

Sel-sel ini berhenti membelah selama umur kita, menumpuk di dalam tubuh kita, dan akhirnya melepaskan senyawa yang mempercepat penuaan.

Obat anti-penuaan telah diuji pada tikus dalam uji coba tahun 2020 dan hasilnya meningkatkan fungsi fisik dan memperpanjang usia serta kesehatan.

Sel-sel ini berhenti membelah selama umur kita, menumpuk di dalam tubuh kita, dan akhirnya melepaskan senyawa yang mempercepat penuaan.
 

Senolitik 

Ilmuwan asal Inggris, Dr Andrew Steele, dalam bukunya tentang umur panjang kehidupan manusia, berpendapat bahwa sangat mungkin bagi manusia untuk hidup lebih dari 100 tahun dengan jenis obat tertentu.

Dalam buku tersebut, ia menyatakan bahwa penelitian di bidang senolitik diyakini dapat menghasilkan  obat yang bekerja untuk menghilangkan sel-sel yang menurunkan fungsi jaringan dan sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan serta dapat tersedia di pasaran dalam dekade berikutnya.

Selain senolitik, 5 senyawa anti-penuaan paling menjanjikan dari Dr. Andrew Steele: 

  1. Rapamycin, memperpanjang umur tikus sekitar 10%, sementara obat serupa – RTB 101 – dikaitkan dengan peningkatan kekebalan pada orang dewasa yang lebih tua menurut data klinis.

  2. Senolitik, yang menargetkan dan mengurangi sel-sel tua dan tidak berfungsi, dapat memperpanjang umur tikus hingga beberapa bulan, setara dengan beberapa tahun pada manusia. 

Beberapa obat yang banyak diteliti efek senolitiknya antara lain dasatinib dan navitoclax (selama ini dikenal sebagai obat antikanker) dan quersetin (suplemen).

  1. Metformin, yang banyak digunakan untuk manajemen diabetes, dikaitkan dengan perpanjangan umur beberapa bulan pada pasien diabetes dibandingkan dengan orang dewasa tanpa diabetes yang tidak diobati, sehingga melawan dampak diabetes yang biasanya memperpendek umur. 

  2. Taurin, protein pembangun (asam amino) yang mengandung sulfur yang mendukung pertumbuhan saraf, penurunan fungsi tubuh kita seiring bertambahnya usia, dan suplementasi dapat memperpanjang umur tikus sebesar 10%.

  3. Statin, obat penurun kolesterol, dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan penurunan angka kematian pada manusia secara keseluruhan. 

Sambil menunggu manfaat dari hasil penelitian para ilmuwan, mari kita kenali juga ihtiar anti-penuaan berkonsep makanan senolitik.

Makanan Senolitik

Senolitik (dari kata penuaan dan -litik , "menghancurkan") adalah salah satu kelas molekul kecil yang sedang diteliti untuk menentukan apakah mereka dapat secara selektif menginduksi kematian sel-sel tua dan meningkatkan kesehatan pada manusia

Lalu, makanan senolitik menjadi semakin populer di komunitas kesehatan dan kebugaran.

Senyawa nabati pada makanan senolitik dapat  membantu melawan penuaan dan meningkatkan umur panjang dengan membersihkan sel-sel mati yang menumpuk seiring waktu.

Akumulasi sel-sel tua atau rusak telah dikaitkan dengan penyakit yang berkaitan dengan usia seperti penyakit jantung dan Alzheimer.

Senolitik memiliki kemampuan untuk membunuh sel-sel tua ini, mengurangi peradangan dan stres oksidatif di seluruh tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, rempah-rempah, dan teh tertentu dapat membantu melindungi terhadap kerusakan sel yang disebabkan oleh penuaan.

Dengan memasukkan makanan senolitik ke dalam rutinitas harian, Anda mungkin dapat mengurangi tanda-tanda penuaan sambil tetap menikmati makanan lezat.

Makanan senolitik dapat memperpanjang umur hingga 35%. 

Bahan utama untuk membuat makanan senolitik adalah sebagai berikut:

1. Fitokimia, yaitu bahan kimia tumbuhan alami yang bertindak sebagai antioksidan, melindungi kita dari stres oksidatif yang disebabkan oleh racun lingkungan.

2. Quercetin, curcumin, dan luteolin telah menunjukkan aktivitas senolitik dan merupakan agen senolitik populer yang digolongkan sebagai e flavonoid yang ditemukan pada tanaman.

Beberapa contoh makanan senolitik antara lain:

  • teh hijau

  • kopi

  • apel

  • bawang bombay

  • tomat ceri

  • kubis

  • brokoli

  • buah sitrus

  • bluberi

  • cranberry

  • anggur merah

  • coklat hitam

  • bayam

  • kesemek. 

Semua bahan makanan di atas mengandung antioksidan tingkat tinggi.


Manfaat dan resiko makanan senolitik 

Manfaat potensial dari memasukkan makanan senolitik ke dalam pola makan seseorang adalah :

  1. Peningkatan fungsi  kognitif 

  2. Memperkuat kekebalan 

  3. Mengurangi kerutan atau bintik-bintik penuaan 

  4. Meningkatkan vitalitas secara keseluruhan.
     

Meski ada manfaat, ada beberapa potensi risiko yang terkait dengan konsumsi makanan jenis ini, adalah meningkatnya respons alergi.

Reaksi-reaksi ini dapat muncul dalam bentuk apa saja, mulai dari iritasi kulit ringan hingga anafilaksis yang lebih serius.

Dalam beberapa kasus, sulit untuk memprediksi bagaimana seseorang akan merespons suatu makanan tertentu karena komposisi atau proses pengemasannya yang unik.

Orang yang memiliki alergi harus berhati-hati saat memasukkan makanan baru ke dalam pola makannya, terutama yang mengandung senyawa alami tingkat tinggi seperti polifenol dan flavonoid.

Secara umum, ada tiga poin penting yang patut dipertimbangkan ketika menentukan berapa banyak makanan senolitik yang harus dikonsumsi:

1. Variasi

Fokus pada mengonsumsi beragam makanan utuh dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis saja

2. Keseimbangan

Pastikan makanan memiliki jumlah karbohidrat, protein, lemak dan nutrisi lain yang cukup

3. Moderasi
Hindari konsumsi berlebihan dengan tetap berpegang pada ukuran porsi atau tunjangan harian yang direkomendasikan.

Meskipun beberapa intervensi pola makan mungkin bermanfaat dalam mengurangi kerusakan sel yang terkait dengan proses penuaan, ini tidak meniadakan pentingnya olahraga teratur dan perubahan gaya hidup lainnya.

___________________________ 

Referensi : 

Farmasetika (2017), Awet Muda dengan Obat Golongan Senolitik Obat Baru Yang Mampu Meregenerasi Sel.

Liputan6.com (10 September 2022), Ilmuwan Kembangkan Obat Pembunuh 'Sel Zombie' pada Manusia, Bisa Perpanjang Usia.

Aspire Regenerative Health (diakses 2024), What Are Senolytics and How They Could Help You?

Pub Med, NCBI, NLM, NIH (2020), Senolytic drugs: from discovery to translation.
Medical News Today (2021), Grape seed extract reverses aging in mice.
National Library of Medicine, National Center for Biptechnology Information (2013), Fisetin: A Dietary Antioxidant for Health Promotion.
NAD Aging Science (2023), Physicist Turned Aging Researcher Dr. Andrew Steele: The Five Most Exciting Anti-Aging Compounds.

The Nutrition Insider (2022), Fisetin Benefits: Dosages and How to Take It.
National Library of Medicine, National Center for Biptechnology Information (2014), Fisetin improves glucose homeostasis through the inhibition of gluconeogenic enzymes in hepatic tissues of streptozotocin induced diabetic rats.

National Library of Medicine, National Center for Biptechnology Information (2022), Anti-osteoporosis Effect of Fisetin against Ovariectomy Induced Osteoporosis in Rats: In silico, in vitro and in vivo Activity.


 

Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com