Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Menjelajahi Mind Body Connection

Artikel dipublikasikan : 20 Juni 2024 08:44
Dibaca : 68 kali

Pikiran, perasaan, keyakinan, dan sikap dapat memengaruhi fungsi biologis manusia secara positif atau negatif. Dengan kata lain, pikiran kita dapat mempengaruhi seberapa sehat tubuh kita. Inilah pentingnya mengetahui mind body connection.

Seseorang yang berpendidikan tinggi, ramping, menarik, dan punya banyak teman baik, tidak menjamin orang itu bahagia. Dia ternyata diketahui menderita diabetes.

Meskipun dia menyukai pekerjaannya, dia merasa cemas dalam menjalankan bisnis. Dia sering marah pada dirinya sendiri, dan membentak orang lain karena kesalahan kecil. Yang lebih menakutkan lagi, meski gula darahnya dipantau dengan cermat, dia sempat mengalami koma.

Kasus seperti diceritakan di atas menggambarkan bahwa mind body connection atau koneksi pikiran dengan tubuh adalah kekuatan yang sangat kuat. Pikiran dan tubuh dirancang untuk menjadi sekutu, bekerja secara sinkron untuk memaksimalkan kesehatan fisik dan mental kita. Namun terkadang mereka bekerja melawan satu sama lain. Seperti kebanyakan hubungan, hubungan pikiran-tubuh bisa jadi rumit.

Ingatan, pikiran, perasaan, dan sikap kita dapat berdampak positif atau negatif terhadap fungsi biologis kita.

Cara merawat tubuh, apa yang kita makan, seberapa banyak berolahraga atau tidur, juga apakah dapat berdampak positif atau negatif terhadap kesehatan mental seseorang.

Apa yang Dimaksud dengan "Pikiran"?

"Pikiran” tidak identik dengan otak. Sebaliknya, dalam pikiran terdiri dari keadaan mental seperti pikiran, emosi, keyakinan, sikap, dan gambaran.

Otak adalah perangkat keras yang memungkinkan kita mengalami kondisi mental ini. Keadaan mental bisa sepenuhnya sadar atau tidak sadar.

Kita dapat bereaksi secara emosional terhadap suatu situasi tanpa menyadari alasan kita bereaksi. Setiap kondisi mental memiliki fisiologi yang terkait dengannya, baik efek positif atau negatif yang dirasakan pada tubuh fisik. Misalnya, keadaan mental yang cemas menyebabkan Anda memproduksi hormon stres.

Banyak terapi pikiran-tubuh berfokus menstabilkan kesadaran akan kondisi mental dan menggunakan peningkatan kesadaran ini untuk memandu kondisi mental kita ke arah yang lebih baik dan tidak terlalu merusak.

Faktor Penentu Kesehatan Mental
 

Berbagai faktor penentu individu, sosial dan struktural dapat bergabung untuk melemahkan kesehatan mental. Berikut pemicu-pemicu kesehatan mental, yaitu:

1. Faktor psikologis dan biologis individu seperti keterampilan emosional, penggunaan narkoba, dan genetika dapat membuat orang lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental.

2. Paparan kondisi sosial, ekonomi, geopolitik, dan lingkungan yang tidak menguntungkan, termasuk kemiskinan, kekerasan, kesenjangan, dan kerusakan lingkungan juga meningkatkan risiko masyarakat mengalami kondisi kesehatan mental.

3. Risiko dapat terjadi pada semua tahap kehidupan, namun risiko yang terjadi pada periode sensitif perkembangan, terutama pada masa kanak-kanak, sangatlah merugikan. Misalnya, pola asuh yang kasar dan hukuman fisik diketahui berdampak buruk pada kesehatan anak, dan penindasan merupakan faktor risiko utama terhadap kondisi kesehatan mental.

4. Ancaman lokal meningkatkan risiko bagi individu, keluarga, dan komunitas. Ancaman global meningkatkan risiko bagi seluruh populasi dan mencakup kemerosotan ekonomi, wabah penyakit, keadaan darurat kemanusiaan dan pengungsian paksa serta meningkatnya krisis iklim.

Karena faktor pemicu yang beragam, sehingga penting adanya teknik pikiran-tubuh fokus pada penguatan hubungan antara pikiran dan tubuh untuk menjaga atau meningkatkan kesehatan.

Pendekatan terpadu dapat membantu orang dewasa muda untuk pulih dari kecanduan atau peristiwa traumatis di masa kanak-kanak dan mengajarkan pikiran dan tubuh mereka untuk saling mendukung.

Terapi Tubuh dengan Pikiran

Terapi pikiran-tubuh, adalah terapi yang menggunakan tubuh untuk mempengaruhi pikiran, seperti yoga, tai chi, qigong, dan beberapa jenis tarian.
 

Terapi Yoga 

Terapi yoga adalah penerapan khusus alat yoga untuk mendukung kebutuhan fisik, mental, dan emosional. Dengan memahami bagaimana praktik tertentu mempengaruhi tubuh dan pikiran, sebuah program dapat dikembangkan untuk mencapai tujuan spesifik klien sambil mempertimbangkan segala keterbatasan yang mungkin mereka alami.

Alat terapi yoga dapat mencakup latihan pernapasan, meditasi, relaksasi terpandu, postur fisik, filosofi, dan banyak lagi. Terapi yoga dapat bermanfaat bagi para yogi berpengalaman serta orang-orang yang tidak memiliki pengalaman yoga sama sekali, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.

 

Akupuntur
Akupuntur adalah praktik pengobatan tradisional Tiongkok yang melibatkan penyisipan jarum tipis ke titik-titik tertentu di tubuh. 

Teknik penyembuhan kuno ini didasarkan pada konsep menyeimbangkan energi vital tubuh, yang dikenal sebagai "qi" atau "chi", dengan merangsang titik-titik akupunktur tersebut. Dengan melakukan hal tersebut, akupunktur dipercaya dapat meningkatkan proses penyembuhan alami tubuh dan mengembalikan keharmonisan dalam tubuh.

Nutrisi integratif dan Fungsional
Terapi ini merupakan pendekatan kesehatan pola makan dan gizi yang menggabungkan prinsip nutrisi konvensional dengan pemahaman lebih dalam tentang sistem tubuh dan kebutuhan individu. Ini memperhitungkan tidak hanya apa yang kita makan tetapi juga bagaimana tubuh kita menyerap, memproses, dan memanfaatkan nutrisi.

Pendekatan ini bertujuan untuk mengatasi akar permasalahan kesehatan, dengan menekankan pentingnya hubungan pikiran-tubuh dan kesejahteraan secara keseluruhan.

IASIS Micro Current Neurofeedback (MCNF)
IASIS MCNF adalah teknologi yang mendukung sistem saraf pusat yang bertugas mengendalikan semua fungsi dan responnya. Karena hal-hal seperti trauma, stres, cedera, dan penyakit, otak kita berubah dan terjebak dalam pola maladaptif yang berkontribusi pada gejala-gejala yang menghambat kemampuan kita untuk berfungsi lebih produktif dan hidup lebih bahagia.

Melalui penggunaan elektroda yang ditempatkan secara strategis di kepala dan leher, MCNF memantau gelombang otak dan menghasilkan perubahan gelombang otak yang terukur tanpa upaya sadar dari individu yang menerima umpan balik.

Perubahan sementara ini memungkinkan otak untuk mengatur ulang dirinya sendiri, mengganggu pola pikir negatif yang menghalangi kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

IASIS tidak melatih otak, melainkan “mengganggu” otak dengan membiarkannya mengatur ulang dirinya sendiri dan meninggalkan pola-pola salah yang berkontribusi terhadap gejala-gejala yang melemahkan. Ini analog dengan “me-reboot” komputer yang dibekukan.

IASIS MCNF adalah solusi ampuh, bebas rasa sakit, non-invasif, dan bebas obat yang memanfaatkan kemampuan otak untuk menciptakan jalur saraf baru. Ini kemampuan yang terbukti secara ilmiah disebut Neuroplastisitas.

Awal Hubungan Pikiran-Tubuh Dipelajari

Sebenarnya, kesadaran akan hubungan pikiran-tubuh bukanlah hal baru. Hingga sekitar 300 tahun yang lalu, hampir setiap sistem pengobatan di seluruh dunia menangani pikiran dan tubuh secara keseluruhan.

Pada abad ke-17, dunia Barat mulai melihat pikiran dan tubuh sebagai dua entitas yang berbeda.

Dalam pandangan ini, tubuh bagaikan sebuah mesin, lengkap dengan bagian-bagian independen yang dapat diganti, tanpa hubungan apapun dengan pikiran.

Sudut pandang Barat ini memiliki manfaat yang pasti, karena menjadi landasan bagi kemajuan dalam bidang bedah, perawatan trauma, farmasi, dan bidang pengobatan allopathic lainnya. Namun, hal ini juga sangat mengurangi penyelidikan ilmiah terhadap kehidupan emosional dan spiritual manusia, dan meremehkan kemampuan bawaan mereka untuk menyembuhkan.

Pada abad ke-20, pandangan ini perlahan mulai berubah. Para peneliti mulai mempelajari hubungan pikiran-tubuh dan secara ilmiah menunjukkan hubungan kompleks antara tubuh dan pikiran.

Psikiater integratif James Lake, MD, dari Universitas Stanford, menulis bahwa "penelitian ekstensif telah mengkonfirmasi manfaat medis dan mental dari meditasi, pelatihan mindfulness, yoga, dan praktik pikiran-tubuh lainnya."

Ilmu pengetahuan semakin memvalidasi bahwa praktik pelatihan pikiran positif seperti meditasi, kesadaran, dan terapi perilaku kognitif dapat mengurangi stres, meringankan gejala kecemasan dan depresi, dan bahkan meningkatkan respons kekebalan tubuh.

Penelitian ilmiah tentang hubungan pikiran-tubuh ini tidak hanya menegaskan dampak besar kondisi mental dan emosional terhadap kesehatan fisik, namun juga memberikan landasan kuat bagi pendekatan holistik terhadap kesejahteraan yang mengintegrasikan kesehatan mental dan fisik ke dalam kerangka kerja terpadu untuk mencapai kesejahteraan. kesehatan dan penyembuhan secara keseluruhan.
 

________________________
Referensi:
Taking Charge of Your Wellbeing (diakses pada 2024), What is the Mind Body Connection.
WHO (diakses pada 2024), Mental Health Strengthening Our Response.
Minnesota Clinic for Health and Wellness (diakses 2024), Understanding The Mind Body Connection a Comprehensive Guide. 

Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com