Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Oral Seks Apakah Berbahaya ?

Artikel dipublikasikan : 28 Februari 2023 13:37
Dibaca : 19867 kali

Foto : Freepik

Oral seks dapat menyebabkan stres bagi pasangan. Tetapi, juga dapat meningkatkan keintiman. Banyak orang tidak mengetahui bahwa oral seks juga dapat menularkan HIV, herpes, sifilis, gonore, HPV, dan virus hepatitis. 

 

Aktivitas oral seks terasa menyenangkan bagi sebagian orang.  Dalam survey yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat, antara tahun 2006-2008, hampir setengah dari remaja dan hampir 90% orang dewasa berusia 25-44 pernah melakukan seks oral dengan lawan jenis. 

Pada umumnya oral seks dilakukan untuk mendapatkan kesenangan dalam hubungan seksual. Namun, dibalik kebiasaan yang menyenangkan tersebut sesungguhnya ada resiko penularan penyakit menular seksual (PMS). Infeksi yang terjadi bisa mengenai mulut, tenggorokan, genital, bahkan anus. Hal ini akan tergantung pada area mana yang terlibat dalam aktivitas oral seks.

Beberapa PMS yang bisa ditularkan dari oral seks adalah sifilis, gonore, dan infeksi usus. Seks oral yang melibatkan anus (atau anilingus) dapat menularkan hepatitis A dan B. Ini juga dapat menularkan parasit usus seperti Giardia dan bakteri seperti E.coli dan Shigella.

Infeksi menular seksual akibat oral seks

Hampir semua penyakit menular seksual bisa terjadi akibat dari seks oral. Namun, infeksi yang akan lebih sering terjadi adalah berupa : 

  • HIV ( human immunodeficiency virus )

HIV menular lewat cairan tubuh yang mengandung infeksi, yang bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain. Pada tahap awal, HIV mungkin tidak menimbulkan gejala. Tapi seiring waktu, penyakit ini melemahkan sistem kekebalan tubuh. HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

  • Klamidia

Klamidia merupakan salah satu PMS yang disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Baik pria maupun wanita dapat ditularkan bakteri ini melalui hubungan intim.

Bakteri ini dapat menginfeksi beberapa organ seperti mata, tenggorokan, leher rahim (serviks) dan saluran kencing. 

Klamidia adalah penyakit yang mudah disembuhkan jika mendapat penanganan lebih dini. Namun, Klamidia dapat berkembang menjadi  masalah kesehatan serius, bila terlambat diketahui dan tidak diobati. Salah satunya, berisiko menyebabkan infertilitas.

 Penyakit klamidia adalah kondisi yang banyak dialami oleh orang-orang berusia 14-24 tahun. Kondisi ini juga lebih umum terjadi jika dibandingkan dengan gonore dan sifilis.

Klamidia bisa menyebar melalui kontak oral dengan orang yang terinfeksi. Kebanyakan orang tidak memiliki gejala. Biasanya, gejala yang terjadi adalah sensasi genital gatal yang terbakar ataupun nyeri saat buang air kecil.

  • Hepatitis B dan C

Virus ini menyerang hati dan penularannya bisa terjadi lewat oral sex. Baik hepatitis B maupun C sama-sama merupakan virus penyebab radang pada sel-sel hati. Kedua virus ini dapat ditularkan melalui kontak dengan darah pasien yang terinfeksi. Kedua jenis virus ini dapat menyebabkan hepatitis kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis dan kanker hati. Namun, keduanya juga memiliki beberapa perbedaan.

  • Kutil Kelamin

Penyakit kutil kelamin mudah menyebar ketika seseorang melakukan kontak fisik dengan orang yang terinfeksi kutil kelamin. Kulit kelamin atau kondiloma akuminata ditularkan melalui hubungan seksual dengan penderitanya, baik melalui vagina, mulut, maupun dubur.

Kutil kelamin adalah benjolan kecil yang tumbuh di area kelamin atau anus akibat infeksi virus HPV (human papillomavirus). Kutil kelamin berbeda dengan kutil yang tumbuh di bagian tubuh lain, karena kondisi ini merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual. Umumnya, kutil kelamin muncul beberapa bulan setelah berhubungan seksual dengan penderita infeksi HPV. Namun, kutil kelamin juga bisa muncul setelah bertahun-tahun, atau bahkan tidak muncul sama sekali.

Oral seks dan kanker tenggorokan 

Oral seks secara tidak langsung dapat menjadi penyebab kanker tenggorokan. Bukan seks oral yang menyebabkan kanker. Tetapi human papillomavirus (HPV) yang ditularkan dari orang ke orang saat berhubungan seks, diantaranya dengan cara oral seks, yang menjadi penyebabnya. 

Kepala Medis American Cancer Society Otis Brawley, MD. Dilansir dari Web MD, mengatakan bahwa  para peneliti telah menemukan bahwa beberapa kanker orofaring (bagian tengah tenggorokan) dan amandel mungkin disebabkan oleh jenis human papillomavirus (HPV) tertentu. HPV biasa terjadi, tetapi tidak selalu menyebabkan kanker. Jika Anda tidak terpapar HPV selama seks oral, Anda tidak berisiko terkena kanker.

Keterkaitan antara HPV dan kanker orofaring muncul di akhir tahun 1980-an dan awal 90-an. Para peneliti memperhatikan peningkatan jenis kanker ini diantara orang-orang yang tidak terlalu rentan terhadapnya sebelumnya.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine pada tahun 2007 menunjukkan risiko lebih besar terkena kanker orofaringeal pada orang yang melakukan seks oral dengan setidaknya enam pasangan berbeda. Tanda tangan DNA dari HPV tipe 16 sering ditemukan lebih sering pada kanker orang yang memiliki banyak pasangan seks oral. Baik pria maupun wanita dapat mengalami infeksi HPV di tenggorokan.

Mempengaruhi hubungan orang dewasa, bisa bikin stres

Dalam hubungan orang dewasa, seks oral dapat menyebabkan stres bagi beberapa pasangan. Tetapi oral seks juga dapat meningkatkan keintiman bagi yang lain. Demikian kata terapis seks Louanne Cole Weston, PhD, dari Fair Oaks, California. 

Stres tentang seks oral seringkali berkaitan dengan kekhawatiran salah satu pasangan tentang kebersihan. Orang tidak akan mau menerima oral seks karena dia khawatir dengan reaksi pasangannya. Beberapa orang mungkin juga cemas dengan penampilan mereka, melakukannya dengan cukup baik untuk menyenangkan pasangan, atau menanggapi dengan tepat untuk menerimanya. Tidak semua orang bisa begitu saja  mau melakukannya.  Beberapa orang menolak melakukannya karena merasa sedikit ditaklukkan. 

Resiko oral seks tanpa pengaman 

Beberapa penyakit menular seksual (PMS), termasuk HIV, herpes, sifilis, gonore, HPV, dan virus hepatitis dapat ditularkan melalui seks oral. Seks oral bukanlah seks yang aman.  Resikonya bergantung pada banyak hal yang berbeda, termasuk berapa banyak pasangan seksual yang Anda miliki, jenis kelamin Anda, dan tindakan seks oral apa yang Anda lakukan.

Menggunakan perlindungan pengaman dapat mengurangi risiko terkena PMS. Penghalang dapat berupa kondom yang menutupi penis, atau "bendungan gigi" plastik atau lateks yang ditempatkan di atas vulva atau anus. Kondom yang dipotong terbuka untuk membuat lembaran juga merupakan penghalang yang dapat diterima, meskipun kebanyakan orang tidak menggunakan pengaman untuk oral seks.  

Perlu diketahui, penyakit menular seksual dapat menyebar melalui mulut. 

______________________

Referensi :

WebMD (2011), 4 Things You Didn't Know About Oral Sex: The truth about oral sex, from cancer risk to what teens say about it.

National Health Service (diakses pada 2023), What infections can I catch through oral sex?

Centers for Disease Control and Prevention (diakses pada 2023), STD Risk and Oral Sex – CDC Fact Sheet.

National Health Service (diakses pada 2023), What infections can I catch through oral sex?

Otis Brawley, MD, Chief Medical Officer, American Cancer Society.

National Center for Health Statistics, National Survey of Family Growth, 2002.

Siloam Hospitals (2022), Hepatitis B dan C, Apa Bedanya?

Siloam Hospitals (2022), Apa itu Klamidia? Ketahui Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya di Sini

World Health Organization (2021). Fact Sheets. HIV/AIDS.

Centers for Disease Control and Prevention (2020). HIV Basics. About HIV.

Kementerian Kesehatan RI (2020). InfoDATIN. HIV dan AIDS 2020.

Kemenkes RI. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (2019). Laporan Perkembangan HIV-AIDS & Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan 4 Tahun 2019.

National Health Services UK (2021). Health A to Z. HIV and AIDS.

Mayo Clinic (2020). Diseases & Conditions. HIV/AIDS.

Ellis, R.R. WebMD (2020). Types and Strain of HIV.

Pietrangelo, Ann. Healthline (2021). A Comprehensive Guide to HIV and AIDS

Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com