Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Pengaruh Herbal Glikosida Bagi Kesehatan

Artikel dipublikasikan : 29 Maret 2024 10:26
Dibaca : 64 kali


Glikosida terkandung pada beberapa tanaman obat-obatan seperti daun tomat, biji karet, daun mangrove, tangkai daun pepaya, daun stevia, jeruk nipis, bunga bidal, dan tanaman lainnya.

Glikosida merupakan senyawa metabolit sekunder terdiri atas gabungan dua bagian senyawa, yaitu glikon (gula) dan aglikon (bukan gula).

Keduanya dihubungkan oleh suatu bentuk ikatan berupa jembatan oksigen (O – glikosida, dioscin), jembatan nitrogen (N – glikosida, adenosine), jembatan sulfur (S – glikosida, sinigrin), maupun jembatan karbon (C – glikosida, barbalon).
 

Fungsi glikosida

Fungsi glikosida menurut Teori Pfeffer adalah merupakan cadangan gula temporer (cadangan gula sementara) bagi tanaman. Cadangan gula di dalam bentuk ikatan glikosida ini tidak dapat diangkut dari sel satu ke sel yang lain, oleh karena adanya bagian aglikon.

Bagi manusia, glikosida berfungsi untuk sarana pengobatan dalam arti luas yang beberapa diantaranya adalah sebagai obat jantung, pencahar, mengiritasi lokal, analgetikum dan penurunan tegangan permukaan.

Glikosida terkandung pada beberapa tanaman obat-obatan seperti: daun tomat, biji karet, daun mangrove, tangkai daun pepaya, daun stevia, jeruk nipis, bunga bidal, dan tanaman lainnya.

Adapun jenis-jenis glikosida, yaitu glikosida saponin, glikosida steroid, glikosida flavonoid, glikosida antrakinon, glikosida sianogenik, glikosida lakton, glikosida alkohol, glikosida fenol, dan glikosida aldehid.

Contoh senyawa glikosida pada herbal 

Saponin merupakan glikosida bagian aglikon yang termasuk kedalam golongan glikosida triterpena dan sterol.

Saponin memiliki banyak kegunaan untuk kesehatan diantaranya, sebagai immunomodulator, antivirus, antitumor, antiinflamasi, antijamur, dan efek hipokolesterol.

Senyawa glikosida saponin tersebar luas pada beberapa tanaman di Indonesia, seperti daun dan akar sereh wangi.
Daun dan akar sereh wangi berkhasiat sebagai penghangat badan, peluruh keringat, dan obat kumur.

Daun sereh wangi mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol.

Di samping itu, daunnya juga mengandung minyak atsiri dengan sitral, sitronelol, geraniol, metilheptano, eugenol-metilete, dipentel, eugenol, kadinen, kadinol, dan limonene.

Minyak atsiri daun dan akar sereh wangi dapat menghambat pertumbuhan bakteri antara lain, Staphylococcus aureus, Streptococcus hemolytic,  Escherichia coli, bacillus subtilis, Salmonella typhimurium.
 

Digitalis purpurea (bunga bidal)

Pada kasus kardiovaskuler, digoxin yang biasa dipergunakan untuk meningkatkan kekuatan jantung ternyata berasal dari ekstrak tanaman Digitalis purpurea (bunga bidal) dan atropin untuk mempercepat denyut jantung berasal dari tanaman Atropa belladonna.

Digoxin adalah glikosida jantung yang digunakan dalam tata laksana atrial fibrilasi dan gagal jantung. Pemakaian digoxin harus dilakukan secara berhati-hati.

Apabila digunakan secara berlebihan, bunga bidal dapat berfungsi sebagai racun. Seluruh bagian tumbuhan ini mengandung glikosida, yang dapat menyebabkan keracunan. Reaksi-reaksi keracunan yang pertama mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut, halusinasi, sakit kepala hingga delirium.

Bunga bidal berbentuk terompet berwarna ungu adalah salah satu tanaman obat yang telah digunakan oleh orang Romawi kuno.

Digitalis purpurea diperkirakan terus mulai berkembang luas dari Eropa Barat, Eropa Barat Daya, dan Eropa Tengah Barat, sampai ke Afrika juga Asia.

Di India, digitalis dibudidayakan di Kashmir dan Bukit Nilgiri. Seringkali ditanam sebagai tanaman hias oleh masyarakat di berbagai belahan dunia.

Tanaman Stevia

Di samping tanaman obat mengandung glikosida yang sudah lama dimanfaatkan oleh manusia, saat ini ada daun tanaman stevia yang ramai diolah menjadi pemanis pengganti gula biasa.

Anda yang belum kenal gula stevia, berikut sekelumit penjelasannya.

Glikosida steviol merupakan zat manis yang terdapat pada tanaman Stevia rebaudiana (biasa disebut stevia).

Dua belas glikosida steviol disetujui sebagai pemanis di Uni Eropa dikarenakan tidak memberi energi (0 kcal), tidak meningkatkan gula darah (GI 0) dan juga berasal dari alam.

Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk mengurangi gula dalam makanan dan minuman.

Steviol glikosida, yang merupakan ekstrak halus stevia, juga diakui aman oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.

Di sisi lain, varietas daun utuh dan ekstrak stevia mentah saat ini tidak disetujui oleh FDA untuk digunakan dalam produk makanan, karena kurangnya penelitian dan data ilmiah.

Glikosida steviol diekstraksi dari tanaman stevia dengan cara yang mirip dengan cara gula diekstraksi dari bit dan tebu. Namun demikian, glikosida steviol tidak boleh disebut secara alami menurut undang-undang UE. Namun, boleh dikatakan bahwa steviol glikosida berasal dari alam.

Stevia bermanfaat untuk:

  1. Diabetes. 

Jika Anda menderita diabetes , stevia bisa menjadi cara untuk mempermanis yogurt atau teh panas tanpa menambahkan karbohidrat dan menjaga kadar gula darah tetap sehat. Namun, beberapa pemanis buatan mungkin tidak terlalu membantu jika digunakan dalam jumlah banyak. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat stevia untuk diabetes.
 

  1. Program manajemen berat badan yang sehat.

Ini dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan menurunkan risiko obesitas dan kondisi kesehatan terkait.

Beberapa penelitian menunjukkan kenaikan berat badan disebabkan oleh cara otak bereaksi terhadap rasa manis dengan tanda untuk makan lebih banyak.

Sehingga diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan manfaat penurunan berat badan.

  1. Diet rendah kalori atau ketogenik

Stevia bisa menjadi pengganti gula yang baik karena hanya menambahkan sedikit atau tanpa kalori ke dalam makanan Anda.

  1. Jarang menimbulkan reaksi alergi

Manfaat lain dari stevia terkait dengan reaksi alergi. Pemanis ini dikabarkan jarang menimbulkan reaksi alergi. Hal ini berdasarkan tinjauan literatur yang dilakukan oleh Komite Keamanan Pangan Eropa (EFSA), glikosida steviol pada pemanis stevia tidak reaktif dan tidak dimetabolisme menjadi senyawa reaktif oleh tubuh. Bahkan, bentuk ekstrak stevia yang sangat murni juga diklaim sangat tidak mungkin menyebabkan reaksi alergi jika dikonsumsi.

Ragam bentuk produk pemanis stevia

Meskipun stevia mentah tidak disetujui oleh FDA untuk dikonsumsi, ekstrak murni dianggap aman. FDA hanya menyetujui glikosida steviol yang sangat murni dari daun stevia yang aman untuk digunakan.

Anda dapat menemukan stevia dalam bentuk bubuk atau cair di supermarket dan toko makanan alami di toko kue atau makanan kesehatan.

Muncul dalam kemasan tablet (biasanya berwarna hijau), tetes cair, tablet larut, dan produk yang dapat di sendok, serta campuran kue.

Beberapa orang menganggap stevia pahit, tetapi yang lain menganggap rasanya seperti mentol. Cobalah dalam kopi pagi Anda atau taburkan di atas oatmeal Anda untuk mengetahui apakah Anda menyukai rasanya.

Efek samping stevia

Meskipun stevia mentah tidak disetujui oleh FDA untuk dikonsumsi, ekstrak murni dianggap aman.

Produk yang dianggap aman adalah yang mengandung kata-kata dalam daftar bahannya seperti ekstrak stevia atau Stevia rebaudiana.

Jika Anda melihat daun stevia utuh atau ekstrak stevia mentah di toko makanan alami setempat, jangan membelinya. FDA mengatakan mereka tidak memiliki cukup informasi tentang potensi dampaknya terhadap kesehatan Anda, termasuk masalah pada ginjal, jantung, dan pembuluh darah.

____________________________________________

Referensi : 

Socfindo Conservation (diakses pada 2024), Digitalis. 

Bayn Solutions (diakses pada 2024), What are stevia and steviol glycosides?

Food Insight (2021), Everything You Need to Know About Stevia Sweeteners.

Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com