Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Siap Booster Kedua Vaksin COVID-19 ? Ini Rekomendasi Jenis Vaksinnya

Artikel dipublikasikan : 4 Agustus 2022 19:12
Dibaca : 35 kali

 

Setelah melewati waktu enam bulan sejak booster pertama, daya imunitas tubuh akan semakin menurun. Oleh karenanya diperlukan booster kedua vaksin COVID 19, terutama kepada para tenaga kesehatan.

Sejak Jumat pekan lalu  (29/7/20220), para tenaga kesehatan mulai mendapatkan suntikan booster kedua vaksin COVID-19. Pemerintah mendorong vaksinasi booster tahap kedua ini untuk para SDM Kesehatan. 

Dilansir dari Kompas.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi booster kedua bertujuan menambah kekebalan tubuh atau imunitas terhadap virus corona. 

Hal itu disebabkan karena imunitas dari vaksin ketiga atau booster telah menurun dalam kurun waktu enam bulan sejak disuntikkan.  

Vaksin keempat mulai dibagikan sejak akhir bulan lalu (Juli 2022), yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu. 

Baca Juga: Protokol Kesehatan Covid-19 : Dari 3M Jadi 5M

Dosis dan jenis booster kedua vaksin COVID-19

Menurut Satgas COVID-19, dosis dan jenis vaksin yang diberikan akan disesuaikan dengan vaksin booster pertama. Selain itu, juga disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di daerah masing-masing. 

Berikut ini dosis dan jenis booster kedua vaksin COVID-19 yang direkomendasikan oleh pemerintah, berdasarkan rekomendasi jenis vaksin Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Surat Edaran Nomor SR.02.06/C/3632/2022 tertanggal 29 Juli 2022. 

Jika booster pertama menggunakan vaksin Sinovac

Direkomendasikan untuk booster kedua dengan separuh dosis AstraZeneca separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml. 

Atau bisa juga dengan booster kedua vaksin COVID-19 jenis :   

  • Pfizer: separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml 

  • Moderna: dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml 

  • Sinopharm: dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml 

  • Sinovac: dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml 

  • Pfizer: separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml 

Jika  booster pertama jenis AstraZeneca

Masyarakat yang menggunakan Astrazeneca saat vaksinasi booster pertama dapat menggunakan booster kedua vaksin jenis: 

  • Moderna: separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml 

  • Pfizer: separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml 

  • Astrazeneca: dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml 

Jika booster pertama menggunakan Pfizer

Bagi orang-orang yang pada vaksin booster pertama mendapat suntikan vaksin Pfizer maka pada booster kedua dapat menggunakan jenis vaksin: 

  • Pfizer: dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml 

  • Moderna: separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml 

  • Astrazeneca: dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml 

Jika pada booster pertama memakai vaksin COVID-19 jenis Moderna

Direkomendasikan untuk menggunakan jenis vaksin booster kedua dengan jenis yang sama, yakni  Moderna, sebanyak separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml.  

Jika booster pertama mendapatkan Sinopharm

Masyarakat yang menggunakan Sinopharm saat vaksinasi booster pertama dapat menggunakan jenis vaksin  Sinopharm dengan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml untuk booster kedua vaksin COVID-19. 

Vaksin COVD-19 turunkan kesuburan pria: Hoaks! 

Salah satu cuitan yang beredar di Twitter mengklaim bahwa vaksin COVID-19 dapat menurunkan kesuburan pria. Benarkah itu? Menurut Satgas COVID-19, cuitan tersebut hoaks atau tidak benar. Faktanya, WHO mengungkapkan jika vaksin tidak menimbulkan masalah kesuburan pada laki-laki maupun perempuan. Belum ada bukti nyata yang sebutkan vaksin COVID-19 timbulkan masalah pada organ reproduksi manusia.

Perkembangan COVID Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Diketahui bahwa subvarian baru virus Omicron ditemukan di Afrika Selatan pertama kali pada Februari 2022. Beberapa bulan kemudian, pada awal Juni 2022, pemerintah Indonesia mengonfirmasi virus ini sudah masuk ke Bali, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. 

Baca Juga: Gejala dan Perkembangan COVID Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 3 Agustus 2022 

Dilansir dari Satgas COVID-19, secara nasional, angka kesembuhan harian telah bertambah sebanyak 4.340, yang  terdiri dari 4.320 transmisi lokal dan 20 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Dengan demikian, angka kumulatifnya kini telah menembus 6 juta orang sembuh atau tepatnya 6.014.885 orang (96,7%).

Sementara itu, pada kasus aktif nasional atau pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan medis telah bertambah 1.809 kasus, sehingga angka kumulatifnya di kisaran 50 ribu kasus atau tepatnya 50.857 kasus (0,7%). 

Sementara, untuk angka kematian telah bertambah sebanyak 18 kasus transmisi lokal. Sehingga jumlah kumulatif nasional menjadi 157.046 kasus (2,5%).

Untuk pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan antigen), per 3 Agustus 2022 bertambah 6.167 kasus, yang  terdiri 5.973 kasus transmisi lokal dan 194 PPLN. Sehingga angka kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 6.222.788 kasus. 

Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan antigen) per hari sebanyak 121.536 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 7.595 kasus.

Vaksinasi

Satgas COVID-19 juga melaporkan, perkembangan program vaksinasi penerima vaksin ke-1 bertambah 16.721 dengan totalnya melebihi angka 202 juta atau tepatnya 202.563.389 orang.

Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 6.768 dengan totalnya melebihi 170 juta atau tepatnya 170.143.379 orang. 

Serta vaksinasi ke-3 bertambah 24.929 dengan totalnya melebihi 56 juta atau 56.449.470 orang. Sementara target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

5 provinsi tertinggi dalam angka kesembuhan

Lebih lanjut, pada perkembangan per provinsi, angka kesembuhan bertambah dari 25 provinsi. Angka tertinggi harian dari 5 provinsi adalah: 

  • DKI Jakarta 2.187 dari transmisi lokal dengan kumulatifnya yang tertinggi sebanyak 1.298.865 orang

  • Jawa Barat 644 terdiri 639 transmisi lokal dan 5 PPLN dengan kumulatifnya 1.107.951 orang

  • Banten 635 terdiri 632 transmisi lokal dan 3 PPLN dengan kumulatifnya 306.330 orang

  • Jawa Timur 398 terdiri 391 transmisi lokal dan 7 PPLN dengan kumulatifnya 553.951 orang

  • Bali 126 terdiri 123 transmisi lokal dan 3 PPLN dengan kumulatifnya 156.689 orang.

5 provinsi tertinggi dalam penambahan kasus baru 

Pda kasus terkonfirmasi positif bertambah dari 28 provinsi. Angka tertinggi dari 5 provinsi, diantaranya adalah: 

  • DKI Jakarta 2.532 terdiri 2.387 transmisi lokal dan 145 PPLN dengan kumulatifnya yang tertinggi sebanyak 1.336.852 kasus

  • Jawa Barat 1.409 terdiri 1.383 transmisi lokal dan 26 PPLN dengan kumulatifnya 1.137.965 kasus

  • Banten 770 terdiri 767 transmisi lokal dan 3 PPLN dengan kumulatifnya 313.831 kasus

  • Jawa Timur 526 terdiri 515 transmisi lokal dan 11 PPLN dengan kumulatifnya 586.588 kasus 

  • Bali 187 terdiri 182 transmisi lokal dan 5 PPLN dengan kumulatifnya 162.993 kasus.

Kasus aktif tersebar pada 34 provinsi. Namun 5 provinsi dengan angka tertinggi berada di DKI Jakarta 22.584 kasus, Jawa Barat 14.116 kasus, Banten 4.563 kasus, Bali 1.684 kasus, dan DI Yogyakarta 1.460 kasus.

Kasus kematian

Pada kasus kematian pada 3 Agustus 2022  bertambah dari 9 provinsi. Untuk tertinggi harian, sebanyak 4 kasus berada di DKI Jakarta dengan kumulatifnya 15.403 kasus. 

Selanjutnya, 3 kasus pada 2 provinsi yaitu, Jawa Tengah dengan kumulatifnya yang tertinggi sebanyak 33.252 kasus, dan Bali dengan kumulatifnya 4.620 kasus. 

Lalu 2 kasus pada 2 provinsi yaitu Jawa Timur dengan kumulatifnya 31.677 kasus, dan Jambi dengan kumulatifnya 884 kasus. 

Sementara 4 provinsi lainnya masing-masing 1 kasus antara lain, Banten dengan kumulatifnya 2.938 kasus, Kalimantan Selatan dengan kumulatifnya 2.551 kasus, Sulawesi Selatan 2.479 kasus, Maluku dengan kumulatifnya 293 kasus.

 

 

Hubungi Kami
Teras Mahakam DKI Jakarta Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,Kec. Kby. Baru,
Kota Jakarta Selatan, 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com