Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Social Media dan Dampaknya Pada Kesehatan Mental

Artikel dipublikasikan : 25 November 2023 09:44
Dibaca : 88 kali

Foto : Freepik

Social media telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan saat ini. Mulai dari bangun tidur hingga jelang waktu tidur, banyak orang tak bisa lepas dari social media. Apakah Anda pernah merasakan social media membawa dampak buruk pada kesehatan mental Anda?  

Salah satu dampak media sosial pada kesehatan mentala adalah dapat memicu perasaan tidak mampu. Sebagian orang mungkin merasa kehidupan atau penampilan mereka tidak sebanding dengan orang lain di media sosial, sehingga menimbulkan perasaan iri dan tidak puas. 

Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi di tahun 2018 yang menemukan bahwa penggunaan media sosial yang tinggi meningkatkan perasaan kesepian, bukannya mengurangi. Penelitian ini juga melaporkan bahwa mengurangi penggunaan media sosial dapat membantu orang mengurangi rasa kesepian dan terisolasi, serta meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selain itu, media sosial dapat memfasilitasi penindasan maya dan menciptakan sikap egois yang tidak sehat serta jarak dari teman dan keluarga.

Social media dan depresi

Media sosial mempunyai kaitan dengan depresi, kecemasan, dan perasaan terisolasi, khususnya di kalangan pengguna berat. Berapa lama orang menghabiskan waktu untuk social media akan berkaitan dengan hal ini. 

Survei Common Sense tahun 2015 menemukan bahwa remaja mungkin menghabiskan 9 jam setiap hari untuk online. Para pengguna tersebut merasa khawatir karena menghabiskan terlalu banyak waktu menjelajahi jejaring sosial. Gelombang kekhawatiran ini menunjukkan bahwa media sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental penggunanya.

Para peneliti di Kanada pada tahun 2017 mengkonfirmasi temuan ini. Mereka mencatat bahwa siswa yang menggunakan media sosial selama lebih dari 2 jam setiap hari lebih cenderung menilai kesehatan mental mereka sebagai sedang atau buruk dibandingkan pengguna biasa.

Social media berkontribusi terhadap gangguan tidur

Sebuah studi tahun 2019 mengaitkan penggunaan media sosial dengan gangguan dan keterlambatan tidur. Tidur yang teratur dan berkualitas tinggi sangat penting untuk kesejahteraan, dan bukti menunjukkan bahwa masalah tidur berkontribusi terhadap dampak buruk pada kesehatan mental, seperti depresi dan kehilangan ingatan.

Social media dan cyber bullying

Selain dampak buruk pada tidur, media sosial dapat memicu masalah kesehatan mental dengan membuat seseorang rentan terhadap cyber bullying. Dalam survei tahun 2020 terhadap lebih dari 6.000 orang berusia 10–18 tahun, para peneliti menemukan bahwa sekitar setengah dari mereka pernah mengalami perundungan di dunia maya.

Platform media sosial memiliki kelemahan, diantaranya, adalah memberikan kesempatan kepada individu untuk memulai atau menyebarkan rumor berbahaya dan menggunakan kata-kata kasar yang dapat meninggalkan luka emosional yang berkepanjangan.

Jika Anda menghabiskan banyak waktu di media sosial dan mulai merasakan perasaan sedih, tidak puas, frustrasi, dan kesepian yang memengaruhi kehidupan dan hubungan Anda, mungkin inilah saatnya untuk mengevaluasi kembali kebiasaan online Anda. 

Fear of Missing Out (FOMO)

Fenomena kesehatan mental lain yang terkait dengan media sosial adalah apa yang dikenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out) atau “takut ketinggalan”. Situs media sosial seperti Facebook dan Instagram memperburuk rasa takut bahwa Anda kehilangan sesuatu atau bahwa orang lain menjalani kehidupan yang lebih baik daripada Anda.

Dalam kasus ekstrim, FOMO dapat menyebabkan Anda terikat pada ponsel tempat Anda terus-menerus memeriksa pembaruan atau merespons setiap peringatan.

Social media dapat menyebabkan keraguan pada diri sendiri

Berbagi foto-foto selfie terus-terusan, tanpa dipikir lebih dulu, di media sosial dapat menciptakan sikap egois yang tidak sehat yang menyebabkan Anda fokus pada penciptaan citra online daripada membuat kenangan bersama teman dan anggota keluarga di kehidupan nyata.

Upaya keras untuk mendapatkan komentar dan like di social media dapat menimbulkan kerugian psikologis, terutama jika respon yang Anda dapatkan tidak sesuai harapan. Kurangnya respon positif di dunia maya justru akan dapat menyebabkan keraguan diri dan kebencian pada diri sendiri.

Social media mengendalikan hubungan tatap muka

Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan masalah pengendalian impuls, terutama jika Anda mengakses jejaring sosial menggunakan ponsel pintar. Ini berarti Anda memiliki akses sepanjang waktu ke akun Anda, yang tidak hanya memudahkan Anda untuk selalu terhubung, namun juga dapat memengaruhi konsentrasi dan fokus Anda. Selain mengganggu tidur Anda, hal ini akan membahayakan hubungan tatap muka Anda dengan teman dan keluarga.

Tanda-Tanda social media mempengaruhi kesehatan mental 

Setiap orang unik, maka tak ada batasan jumlah waktu ideal yang disarankan untuk dihabiskan di media sosial. Jadi, sebaiknya Anda sendiri yang perlu mengevaluasi bagaimana penggunaan media sosial berdampak pada kehidupan Anda, termasuk bagaimana perasaan Anda saat tidak menggunakan media sosial serta bagaimana perasaan Anda setelah menggunakannya.

Sebuah penelitian di University of Pennsylvania pada tahun 2018 menunjukkan bahwa pemantauan diri dapat mengubah persepsi seseorang terhadap media sosial. Menurut peneliti utama, psikolog Melissa G. Hunt, PhD, menggunakan media sosial lebih sedikit dari biasanya, dapat mengurangi rasa kesepian secara signifikan dan depresi. Dengan melakukan pemantauan mandiri dan melakukan penyesuaian, masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan secara signifikan.

Sangat boleh jadi  Anda perlu melakukan detoksifikasi dari media sosial dan meluangkan waktu offline demi menjaga kesehatan mental Anda.

Tips penting 

Media sosial juga bisa menjadi masalah jika Anda cenderung menggunakannya untuk melawan kebosanan atau mengatasi kesepian. Meskipun perasaan ini tidak nyaman dan wajar jika Anda ingin meredakannya, menggunakan media sosial untuk mencari kenyamanan atau sebagai pengalih perhatian bukanlah cara yang sehat untuk mengatasi perasaan dan emosi yang sulit.

Oleh karena itu, mungkin ini saatnya bagi Anda untuk menilai kembali kebiasaan media sosial Anda. Berikut beberapa tanda tambahan bahwa media sosial mungkin berdampak negatif pada kehidupan dan kesehatan mental Anda:

  • Gejala kecemasan, depresi, dan kesepian Anda semakin meningkat.

  • Anda menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dibandingkan dengan teman dan anggota keluarga di dunia nyata.

  • Anda cenderung membandingkan diri Anda secara tidak baik dengan orang lain di media sosial atau Anda sering merasa iri pada orang lain.

  • Anda dijelek-jelekkan atau ditindas di dunia maya oleh orang lain secara online.

  • Anda terlibat dalam perilaku berisiko atau mengambil foto yang keterlaluan untuk mendapatkan suka.

  • Kewajiban pekerjaan, kehidupan keluarga, atau tugas sekolah Anda terganggu karena waktu yang Anda habiskan di media sosial.

  • Anda memiliki sedikit waktu untuk aktivitas perawatan diri seperti perhatian, refleksi diri, olahraga, dan tidur.

Jika Anda mendapati bahwa penggunaan media sosial memengaruhi hubungan Anda atau mengalihkan perhatian Anda dari pekerjaan atau sekolah, hal itu mungkin menimbulkan masalah. Selain itu, jika menelusuri media sosial membuat Anda merasa iri, tertekan, cemas, atau marah, Anda perlu mengevaluasi kembali penggunaannya.

______________________________

Referensi : 

Medical News Today (2021), What to know about social media and mental health

Coyne, S. M., et al. (2021). Suicide risk in emerging adulthood: Associations with screen time over 10 years.

Hunt, M. G., et al. (2018). No more FOMO: Limiting social media decreases loneliness and depression [Abstract].

Mojtabai, R., et al. (2016). National trends in the prevalence and treatment of depression in adolescents and young adults.

Pane, N. E. (2018). The rate of high school-aged youth considering and committing suicide continues to rise, particularly among female students.

Riehm, K. E., et al. (2019). Associations between time spent using social media and internalizing and externalizing problems among US youth.

Scott, H., et al. (2019). Social media use and adolescent sleep patterns: Cross-sectional findings from the UK millennium cohort study.

Social media use and mental health among students in Ontario. (2018).

The common sense census: Media use by tweens and teens. (2015).

VeryWell Mind (2023), The Social Media and Mental Health Connection. 

Pew Research Center. Social media fact sheet.

Center for Addiction and Mental Health. Social media use and mental health among students in Ontario. CAMH Population Studies eBulletin. 2018;19(2).

Lin LY, Sidani JE, Shensa A, et al. Association between social media use and depression among U.S. young adults. Depress Anxiety. 2016;33(4):323-31. doi:10.1002/da.22466.

Chou H-TG, Edge N. “They are happier and having better lives than i am”: The impact of using Facebook on perceptions of others’ lives. Cyberpsychol Behav Soc Netw. 2012;15(2):117-121. doi:10.1089/cyber.2011.0324

Hunt MG, Marx R, Lipson C, Young J. No more FOMO: limiting social media decreases loneliness and depression. J Soc Clin Psychol. 2018;37(10):751-768. doi:10.1521/jscp.2018.37.10.751

 
Hubungi Kami
Teras Mahakam (sebelah hotel Gran Mahakam)
Jl. Mahakam No.8, RT.1/RW.7, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
0217392285
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com